BEI bidik mahasiswa jadi investor pasar modal

Kamis, 21 November 2013 - 13:08 WIB
BEI bidik mahasiswa...
BEI bidik mahasiswa jadi investor pasar modal
A A A
Sindonews.com - Industri pasar modal menjadi salah satu jalan mengembangkan perekonomian negara menjadi lebih baik lagi di masa depan. Hal ini membuat PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya meningkatkan jumlah investor domestik dengan menyasar mahasiswa dan civitas akademika.

"Sebenarnya kami ingin mengajak semua masyarakat Indonesia bisa ikut menjadi investor. Namun kami mendahulukan sasaran mahasiswa dan civitas akademika, karena industri pasar saham memang agak susah-susah gampang untuk dipahami. Selain itu, kami menyasar mahasiswa untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) industri pasar saham ke depan," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito, Kamis (21/11).

Ditemui usai peresmian Galeri Investasi BEI UMY di Sportorium UMY, Ito mengaku, SDM pada industri pasar modal saat ini masih kurang. Hal ini juga yang membuat BEI belum mampu membuka kantor perwakilan di beberapa provinsi.

Dan berawal dari para kalangan akademisi ini, pihaknya berharap gaung semangat berinvestasi mampu menyebar ke segala kalangan.

"Diharapkan, para mahasiswa yang telah terjun langsung ke industri pasar saham tersebut tertarik untuk berkarier di bidang pasar modal dan dapat mengembangkan investasi mereka semakin besar. Karena syarat menjadi SDM di industri ini tentu harus memiliki pengetahuan akan dunia ini," terangnya.

Untuk makin meningkatkan investor domestik, kata dia, mulai tahun depan BEI akan menurunkan jumlah minimal pembelian saham dari 500 per lot menjadi 100 per lot. Hal ini dimaksudkan agar proses investasi makin terjangkau oleh masyarakat luas, termasuk mahasiswa.

Saat ini, BEI telah membina 109 galeri investasi yang berada di perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Disinggung mengenai pengaruh tahun politik 2014 terhadap industri pasar saham, Ito mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan berpengaruh karena masyarakat Indonesia pada umumnya matang dalam berpolitik dan ekonomi.

Hal tersebut telah terbukti pada Pemilu 2004 dan 2009. Di mana indeks harga saham di BEI tetap meningkat. Dia menilai, industri pasar modal tahun depan bisa tumbuh lebih dewasa, sehingga pihaknya tidak khawatir.

"Dan untuk menjaga stabilitas, kami pun terus melakukan kampanye pada investor dan calon investor. Kami juga rutin melakukan update informasi kondisi Indonesia terkini ke investor asing karena sebenarnya mereka yang paling rentan menarik investasi," pungkas Ito.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved