Aktivitas bisnis Zona Euro November melambat

Kamis, 21 November 2013 - 18:57 WIB
Aktivitas bisnis Zona...
Aktivitas bisnis Zona Euro November melambat
A A A
Sindonews.com - Aktivitas bisnis di Zona Euro kembali melambat pada November 2013, memicu kekhawatiran pertumbuhan berisiko di blok yang tengah berjuang keluar dari resesi tersebut.

Markit Economics, dalam laporan awal mengatakan, angka-angka memberikan gambaran momentum kembali hilang dan memperingatkan bahwa para pembuat kebijakan harus berbuat lebih banyak untuk mencegah Zona Euro kembali tergelincir ke dalam resesi.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) Zona Euro untuk November turun menjadi 51,5 poin, dari 51,9 pada Oktober 2013, memukul angka dalam tiga bulan dan lebih rendah dari perkiraan analis 52 poin.

Walaupun aktivitas pada November tetap di atas 50 poin, garis yang menunjukkan pertumbuhan, namun ini adalah penurunan bulanan kedua berturut-turut untuk indikator utama yang dipantau dengan cermat, setelah tergelincir pada Oktober, menjadi 51,9 poin dari 52,2 poin pada September.

Di antara rincian yang paling mengkhawatirkan, aktivitas di Perancis, ekonomi terbesar kedua Zona Euro, pada November menyusut untuk pertama kalinya selama tiga bulan.

Laporan terbaru dari Komisi Eropa, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) serta lembaga pemeringkat Standard and Poor`s (S&P), semua menyatakan keprihatinan mendalam terhadap outlook Perancis.

Secara keseluruhan Zona Euro tumbuh sebesar 0,1 persen pada kuartal ketiga, turun dari 0,3 persen pada kedua ketika blok mata uang tunggal itu akhirnya lolos dari rekor resesi selama 18 bulan.

Laporan PMI November menegaskan berlanjutnya pelemahan dalam ekonomi, dimana pertumbuhan hanya memperbaiki kerusakan dari krisis utang, pengangguran berada di angka lebih dari 12 persen.

Markit mengatakan, bahwa langkah-langkah PMI mencerminkan perlambatan serupa tapi manufaktur, bagian yang relatif kecil dari ekonomi lebih luas.

PMI sektor jasa Zona Euro pada November turun menjadi 50,9 poin dari 51,6 poin pada Oktober. Sementara PMI sektor manufaktur naik menjadi 51,5 poin, dari 51,3 poin.

Chris Williamson, kepala ekonom Markit mengatakan, data terakhir sugesti ekonomi berada di garis kenaikan sangat sederhana 0,2 persen ekspansi untuk kuartal keempat.

Williamson mencatat kekuatan utama Jerman kembali menyelamatkan wilayah, setelah aktivitas naik menjadi 54,3 poin dari 53,2 poin, kontras dengan Perancis yang jatuh ke 48,5 poin dari 50,5 poin.

"Perancis menunjukkan tanda-tanda lebih lanjut di Eropa, dengan output menunjukkan penurunan baru dan meningkatkan risiko bisa kembali jatuh pada kuartal keempat, sebagai resesi baru," ujarnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
1 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
Mengenal Palung Filipina,...
Mengenal Palung Filipina, Zona Gempa M7,6 Pemicu Tsunami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved