BNI ditunjuk jadi agen pembayar jual beli gas

Jum'at, 22 November 2013 - 14:52 WIB
BNI ditunjuk jadi agen...
BNI ditunjuk jadi agen pembayar jual beli gas
A A A
Sindonews.com - Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) bersama Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) dan Energi Mega Persada (EMP) Bentu Ltd menandatangani Trustee Paying Agent Agreement (TPAA) dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI).

Hal itu dilakukan sebagai upaya menyukseskan program pemerintah dalam memaksimalkan kapasitas perusahaan nasional dalam mendukung industri migas dalam negeri.

Penandatanganan TPAA dilaksanakan oleh Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo, Direktur PHE ONWJ Kunto Wibisono, CEO EMP Bentu Ltd Imam P Agustino, dan Deputi Pengendalian Keuangan SKK Migas Budi Agustiono. Turut menyaksikan Deputi Direktur Departemen Kebijakan Makro Prudensial Bank Indonesia Koppa Kepler.

Direktur Utama PHE ONWJ Kunto Wibisono menuturkan, penandatanganan TPAA terkait dengan perjanjian jual beli gas antara KPS ONJW dengan PT Pertamina (Persero) untuk keperluan bahan bakar gas transportasi yang telah di tandatangani pada 5 September 2013.

“Penjualan gas sebesar 4000 MMBTU (million British Thermal Units) per hari di lapangan ONWJ akan dialirkan melalui onshore receiving facility (ORF) di Cimalaya yang rencananya akan dimulai bulan Desember 2013 hingga 18 Januari 2017,” kata dia di Kantor SKK Migas, Jakarta, Jumat (22/11/2013).

Dengan demikian, dia menjelaskan, kemitraan pemerintah swasta (KPS) ONWJ bersama SKK Migas menunjuk BNI sebagai TPPA, dimana TPAA akan menjadi perjanjian pertama untuk proyek penjualan gas domestik menggunakan bank nasional dengan skema trustee.

“Kami berharap ke depannya hal serupa dapat diupayakan untuk bentuk kerja sama dalam penandatanganan perjanjian bidang lainnya,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Utama BNI Gatot Suwondo menuturkan, pada awalnya kesulitan masuk TPAA sektor migas, pihaknya butuh sekitar satu tahun untuk mempelajari hal tersebut.

“Tahap awal kami memberikan jasa keuangan kalau pinjaman belum berani. Terima kasih telah memberikan kepercayaan fasilitas trustee bagi kami. Itu kita belajar hampir setahun lebih di Singapura,” tutur dia.

Dia mengakui, sebelumnya telah melaksanakan dua kali penandatangan TPAA di sektor migas. Hal tersebut merupakan keseriusan BNI berkontribusi mengembangkan bisnis migas di tanah air.

“Sebelumnya kita telah memberikan trustee juga pada 25 Februari 2013 dengan cabang kita di Singapura terkait pengelolaan blok Mahakam, kemudian hari ini PHE ONWJ. Ini cukup membanggakan buat kami,” ujar Gatot.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
September 2021, Realisasi...
September 2021, Realisasi Lifting Migas Capai 96% dari Target
Migas Non Konvensional...
Migas Non Konvensional RI Dilirik Asing, Cadangan Paling Besar Ada di Pulau Ini
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Pascapandemi, SKK Migas...
Pascapandemi, SKK Migas Siap Tawarkan Blok Migas ke Luar Negeri
Indonesia Butuh Rp2.800...
Indonesia Butuh Rp2.800 Triliun untuk Genjot Produksi Migas di 2030
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
36 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
55 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved