Apindo: Siapa yang bertanggung jawab adanya PHK?

Jum'at, 22 November 2013 - 18:36 WIB
Apindo: Siapa yang bertanggung...
Apindo: Siapa yang bertanggung jawab adanya PHK?
A A A
Sindonews.com - Ketua Apindo Karawang, Syamsuri mengatakan, pihaknya keberatan terkait Upah Minimum Kota (UMK) kabupaten Karawang yang mencapai Rp2.447.445 tidak hanya berpikir perusahaan saja, namun juga kesejahteraan karyawan.

"Semua harus dipikirkan dari berbagai sisi, jangan sampai jika UMK sebesar itu terus banyak perusahaan yang bangkrut, dan buruh tidak memperdulikan hal tersebut, lah terus nanti karyawannya gimana, nganggur lagi gitu?" tuturnya saat dihubungi, Jumat (22/11/2013).

Syukur-syukur, sektor textile, sandang dan kulit (TSK) dan garmen mampu, tapi jika tidak mampu mungkin pemerintah dan SPK saja yang bertanggung jawab. Pihaknya menjamin bahwasanya sektor TSK dan garmen tidak sanggup terhadap UMK tersebut.

"Mereka mengungkapkan tidak sanggup secara lisan namun faktanya saya tidak tahu, tapi saya yakin untuk TSK dan garmen tidak sanggup," tuturnya.

Saat ini diperkirakan perusahan TSK dan garmen di Kabupaten Karawang mencapai 70.000 perusahaan baik perusahaan besar dan kecil. Menurutnya peluang banyaknya pengangguran di Kabupaten Karawang kedepannya akan kembali tinggi.

"Saya kemarin bikin surat kepada DPprovinsi untuk meninjau ulang UMK TSK di karawang, namun belum ada jawaban karena waktunya mendesak sementara Gubernur harus segera mengumumkan UMK," katanya.

Kendati begitu, pihaknya berharap dengan adanya peningkatan UMK di Kabupaten Karawang ini dapat diimbangi dengan peningkatan produktivitas pekerja. "Kalau tuntutannya tinggi, produktivitasnya harus tinggi dong," ujarnya.

Mungkin saat ini, tambahnya, UMK di atas KHL tapi apakah Serikat Pekerja Karawang (SPK) dapat bertanggung jawab terhadap PHK. "Jika itu terjadi siapa yang bertanggung jawab?" tanyanya.

Sementara itu, Ketua DPC PPMI Karawang, Wahidin mengatakan, dengan adanya keputusan ini seharusnya pengusaha dapat menerimanya, pasalnya angka tersebut adalah keputusan pemerintah.

Kendati begitu, pihaknya mengakui memang ada beberapa perusahan yang tidak mampu, oleh karena itu pihaknya akan mencari solusi bersama pemerintahan. "Mungkin bisa saja perusahaan yang sudah PT tersebut untuk pajaknya dikurangi dan lainnya, pokonya nanti kita bantu lah," ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun mengatakan dengan adanya keputusan tersebut para buruh menjamin akan meningkatkan produktivitas kerja. "Otomatis dengan adanya peningkatan UMK produktivitas pasti ditingkatkan juga," katanya.

Kedepannya para buruh akan melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan agar tidak terjadi penangguhan upah. jikalau pun ada maka seharusnya sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved