Subsidi BBM buat inflasi tak pernah beres

Minggu, 24 November 2013 - 12:37 WIB
Subsidi BBM buat inflasi...
Subsidi BBM buat inflasi tak pernah beres
A A A
Sindonews.com - Pemerintah kerap kali mengeluhkan besarnya anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang sangat membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejak memberikan subsidi BBM, pemerintah menilai inflasi tidak pernah beres.

Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, Indonesia saat ini memiliki masalah fundamental defisit APBN yang dipatok 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), salah satunya untuk membayar subsidi BBM setiap tahun.

"Capek kalau bicara subsidi BBM, karena sejak pakai subsidi inflasi tidak pernah beres. Inflasi riil tidak pernah di level 2 persen karena harga BBM bisa mempengaruhi pasar," ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Subang, Jawa Barat, Minggu (24/11/2013).

Dia meluruskan pernyataan banyak orang yang menyebut bahwa subsidi BBM dapat membantu daya beli masyarakat. Sejatinya, Bambang mengaku subsidi merupakan langkah percuma apabila harus tergerus dengan tingginya inflasi riil 9 persen.

"Lebih baik beli BBM dengan harga lebih mahal tapi inflasi riil cuma 2 persen per tahun. Karena subsidi akan terus membebani dan menyulitkan fiskal kita. Hebat itu Thailand dan Filipina yang sudah tidak lagi memberikan subsidi BBM," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Penyusunan APBN Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan Purwiyanto menambahkan, pemberian subsidi pada dasarnya tidak dibenarkan. Namun memang subsidi BBM hendaknya diberikan pada masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah.

"Sayangnya subsidi sering salah sasaran. Yang tidak berhak, bisa mendapatkan subsidi dan sebaliknya. Sehingga dalam pelaksanaan memang harus efisien. Ini yang menjadi masalah," ujarnya.

Meski begitu, baik Bambang maupun Purwiyanto tidak secara tegas mengatakan perlunya menghapus subsidi BBM. "Kami terus mengevaluasi sistem atau mekanisme pelaksanaan penyaluran subsidi BBM, yakni digunakan untuk apa, dan siapa yang mendapatkan," pungkas Purwiyanto.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Diatur, Begini Dampaknya buat Masyarakat
Pengamat Sebut Risikonya...
Pengamat Sebut Risikonya Besar Jika Harga Pertalite Naik
Cegah Inflasi Kian Tinggi,...
Cegah Inflasi Kian Tinggi, Pemerintah Secepatnya Naikkan Harga BBM Subsidi
Perindo Sikapi Rencana...
Perindo Sikapi Rencana Kenaikan Harga BBM Subsidi
Subsidi BBM Akan Diubah...
Subsidi BBM Akan Diubah ke BLT, Pengamat Wanti-wanti Inflasi
Eskalasi Subsidi dan...
Eskalasi Subsidi dan Inflasi
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
56 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved