Pengamat Sebut Risikonya Besar Jika Harga Pertalite Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 20:06 WIB
loading...
Pengamat Sebut Risikonya Besar Jika Harga Pertalite Naik
Kenaikan harga Pertalite berisiko memicu inflasi. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Pemerintah memberi sinyal akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yaitu Pertalite dan solar pada pekan depan.

Menanggapi hal itu, Ekonom Senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah Redjalam mengatakan, rencana kenaikan BBM subsidi terlalu berisiko untuk kondisi saat ini karena dampaknya bisa menyebabkan lonjakan inflasi.

"Terlalu besar risiko dari kenaikan harga BBM subsidi. Kenaikan BBM subsidi berapapun besarnya akan memicu lonjakan inflasi," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Jumat (19/8/2022).

Kenaikan inflasi tersebut, menurut Piter akan menggerus daya beli masyarakat yang sudah mulai membaik dan hal itu akan mengganggu proses pemulihan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Luhut: Minggu Depan Presiden Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

Dia menilai kenaikan BBM tersebut bukan merupakan solusi yang tepat. Meskipun anggaran subsidi melonjak, di sisi lain pemerintah juga mendapatkan tambahan penerimaan dari naiknya harga komoditas.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa pemerintah hanya perlu membatasi konsumsi BBM bersubsidi dengan memperbaiki mekanisme distribusi agar lebih tepat sasaran.

"Untuk mengurangi beban anggaran subsidi, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM subsidi. Pemerintah bisa membatasi konsumsi BBM subsidi dengan memperbaiki mekanisme distribusinya agar lebih tepat sasaran. Itu alternatif solusinya," tandasnya.

Baca juga: Harga Pertalite Dipastikan Naik Usai Banggar Tolak Tambah Kuota BBM Subsidi

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi kemungkinan akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi pada minggu depan.

"Mungkin minggu depan presiden akan mengumumkan mengenai apa dan bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM subsidi) ini," kata Luhut dalam acara Kuliah Umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dipantau secara daring dari Jakarta, Jumat, (19/8/2022).



Luhut pun meminta masyarakat untuk bersiap terhadap kemungkinan adanya kenaikan harga BBM. Meski tidak mudah, kenaikan harga BBM dilakukan guna menekan beban subsidi di APBN, di mana nilainya mencapai Rp502 triliun untuk subsidi BBM.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1357 seconds (10.55#12.26)