Wamenkeu: Ekonomi dunia terlalu bergantung AS

Minggu, 24 November 2013 - 16:24 WIB
Wamenkeu: Ekonomi dunia...
Wamenkeu: Ekonomi dunia terlalu bergantung AS
A A A
Sindonews.com - Sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia, Amerika Serikat (AS) membawa pengaruh luar biasa bagi negara maju lain maupun negara-negara berkembang. Pasalnya ada tiga hal ketergantungan dunia pada AS.

"Ada tiga hal yang menjamin keselamatan ekonomi dunia, yakni ekonomi AS, treasury AS, dan mata uang dolar AS," ujar Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di Subang, Jawa Barat, Minggu (24/11/2013).

Mata uang lain, menurut dia, belum ada yang mampu mengalahkan dolar AS. "Euro yang dengan langkah penyatuannya ternyata belum mampu mengalahkan wibawa dolar AS. Apalagi mata uang Yen (Jepang) dan Australia Dolar," tambahnya.

Lebih jauh Bambang mengatakan, ekonomi dunia dapat terpengaruh oleh kebijakan dari negeri Paman Sam tersebut. Termasuk saat kebijakan quantitative easing (QE) diluncurkan pertama kali pada 2009, di mana aliran dana ke negara berkembang meningkat.

"Kita bahkan menikmati kondisi ekonomi terbaik karena peran dari QE tersebut. Jadi kita harus berterima kasih kepada Bernanke (Gubernur The Fed) yang mengeluarkan QE," terangnya.

Saat ini, dia menuturkan, kondisi sulit yang dialami AS memaksa Bank Sentral harus menarik stimulusnya dari negara-negara berkembang. Kebijakan ini tentu menguntungkan bagi AS setelah bertahun-tahun kebijakan QE telah menguntungkan negara lain.

"Sekarang kondisi ekonominya lagi negatif, makanya mereka mau lakukan tapering off. Dan kita pasti akan kena dampaknya, tapi jangan sampai kita kolaps," ucap dia.

Bambang mengimbau agar Indonesia tidak terlena dengan perekonomian yang tinggi. Menurutnya, penting menjaga stabilitas ekonomi supaya kondisi kolaps tidak terulang kembali seperti kejadian 2008-2009 saat negara ini dilanda badai krisis keuangan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
58 menit yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
2 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
2 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
3 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
3 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved