1.200 pegawai BI segera geser ke OJK
Rabu, 27 November 2013 - 12:33 WIB
1.200 pegawai BI segera geser ke OJK
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) akan megirimkan 1.200 orang pegawai ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tindakan ini diambil sebagai langkah dan kesiapan OJK dalam melaksanakan tugas barunya untuk mengawasi perbankan tahun depan.
"Sekarang baru 100 orang, nanti ada sekitar 1.200. Semuanya akan pindah ke OJK di Januari tahun depan," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk masa transisi ini, sehingga tahun depan pengawasan perbankan akan dilakukan OJK bersama-sama dengan BI.
Dia menambahkan, kedua belah pihak telah melakukan kesepakatan terkait pembagian tugas perbankan tahun depan. "Transisi pengawasan kan menurut UU akan terjadi akhir tahun ini jadi OJK sejak 1 Januari 2014 akan mengawasi perbankan," ungkapnya.
"Saya dengan Gubernur BI sudah melakukan kesepakatan agar transisi ini bisa berjalan dengan normal dan lancar beberapa usaha sudah dilakukan termasuk di dalamnya pengaturan mengenai kerja sama makro mikro dan bagaimana pengaturan terhadap data, SDM, dan lain-lain," jelasnya.
"Sekarang baru 100 orang, nanti ada sekitar 1.200. Semuanya akan pindah ke OJK di Januari tahun depan," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad ditemui di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (27/11/2013).
Saat ini pihaknya sedang mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk masa transisi ini, sehingga tahun depan pengawasan perbankan akan dilakukan OJK bersama-sama dengan BI.
Dia menambahkan, kedua belah pihak telah melakukan kesepakatan terkait pembagian tugas perbankan tahun depan. "Transisi pengawasan kan menurut UU akan terjadi akhir tahun ini jadi OJK sejak 1 Januari 2014 akan mengawasi perbankan," ungkapnya.
"Saya dengan Gubernur BI sudah melakukan kesepakatan agar transisi ini bisa berjalan dengan normal dan lancar beberapa usaha sudah dilakukan termasuk di dalamnya pengaturan mengenai kerja sama makro mikro dan bagaimana pengaturan terhadap data, SDM, dan lain-lain," jelasnya.
(gpr)