Hipmi Jaya: Pemilu 2014 turut dorong pertumbuhan ekonomi

Rabu, 27 November 2013 - 15:26 WIB
Hipmi Jaya: Pemilu 2014...
Hipmi Jaya: Pemilu 2014 turut dorong pertumbuhan ekonomi
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2014 akan ada di range 5,8-6,2 persen. Itu adalah range yang relatif di atas pertumbuhan ekonomi 2013 yang diperkirakan akan ditutup di level 5,7 persen.

Beberapa lembaga keuangan dan riset Internasional seperti Bank Dunia, memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5,8 persen, bahkan ada lembaga yang memprediksi serendah-rendahnya di level 4,9 persen.

Anggota Hipmi Jaya Yuke Yurike menilai, perspektif optimis di antaranya melihat bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal lain yang juga perlu diperhitungkan, adalah resilience atau daya tahan dari sektor UMKM Indonesia, yang sampai detik ini masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional, dimana diperkirakan akan terus melakukan investasi, membuka lapangan pekerjaan dan berkontribusi pada PDB.

"Dari sisi eksternal, keyakinan akan membaiknya perekonomian global, khususnya AS dan Eropa, akan kembali meningkatkan kebutuhan bahan baku mentah sehingga harga komoditas di pasar internasional yang akan merangsang ekspor nasional," kata Yuke pada bincang-bincang ekonomi Hipmi: Meneropong peluang investasi dan bisnis 2014 di Financial Hall, Graha Niaga, Rabu (27/11/2013).

Namun menurut Yuke, ada juga beberapa variabel analisa yang pesimistik yang menjadi catatan, di antaranya diperkirakan bahwa investasi sebagai sumber pertumbuhan terbesar setelah konsumsi rumah tangga, akan turun pada 2014. Ini menjadi konsekuensi kebijakan pengetatan likuiditas. Sedangkan sumbangan kegiatan Pemilu bagi konsumsi rumah tangga diperkirakan tidak akan signifikan mendorong pertumbuhan.

Pemilu juga menjadi isu tersediri, dimana ada kekhawatiran potensi instabilitas akibat peningkatan dinamika politik dalam menyambut Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

"Dari aspek eksternal, dikhawatirkan tendensi kebijakan pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat di 2014, akan berdampak pada banyak negara di dunia, termasuk Indonesia," pungkas Yuke.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved