Harga emas dunia terpaku di bawah USD1.250
Rabu, 27 November 2013 - 16:05 WIB
Harga emas dunia terpaku di bawah USD1.250
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas global diperdagangkan pada kisaran sempit di bawah USD1.250 per ounce hari ini, karena data perumahan AS yang kuat memicu kekhawatiran Federal Reserve (Fed) akan segera menarik langkah-langkah stimulus. Hal ini menahan daya tarik emas sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Izin untuk pembangunan rumah AS di masa mendatang sebagai angka tertinggi dalam lima setengah tahun pada Oktober 2013, dan harga untuk rumah keluarga tunggal berada dalam keuntungan besar pada September. Ini tanda-tanda terbaru kekuatan perekonomian yang bisa mendorong The Fed segera mengurangi pembelian obligasi USD85 miliar per bulan.
Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan bank sentral AS akan mulai melakukan tapering hanya pada Maret, tetapi harga emas moderat karena beberapa pedagang melihat risiko bahwa tapering off Fed bisa dimulai pada Desember.
"Kami masih melihat beberapa potensi ke atas dalam jangka pendek dan menengah, mengingat pasar menyesuaikan perkiraan tapering," kata Alexis Garatti, ekonom Haitong International Research, Hong Kong, seperti dilansir dari Economic Times, Rabu (27/11/2013).
Namun, analis secara teknis memperingatkan bahwa emas tetap akan berada di bawah USD1.300 menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Spot emas telah berlalu naik 0,2 persen menjadi USD1,245.60 per ounce pada 07.17 GMT, setelah turun 0,7 persen pada sesi sebelumnya.
Menurut analis dari Wing Fung Financial Group, jika emas tidak bisa menutup di atas level resistance USD1.260 per ounce dalam beberapa hari ke depan, harga bisa jatuh kembali.
Emas anjlok lebih dari 25 persen tahun ini karena investor menarik uang dari emas untuk berinvestasi ke pasar ekuitas yang memiliki imbal hasil lebih tinggi.
Sementara impor bersih emas China dari Hong Kong memegang angka tertinggi dalam tujuh bulan pada Oktober, data yang dirilis menunjukkan, bank dan pengecer melakukan persediaan untuk memenuhi permintaan menjelang Tahun Baru Imlek pada akhir Januari.
China akan menyalip India sebagai konsumen emas terbesar di dunia tahun ini. Hal tersebut menyusul aturan yang diperkenalkan India pada pertengahan 2013 untuk menahan permintaan emas, item terbesar kedua dalam tagihan impor setelah minyak.
Pemerintah India mengambil langkah-langkah dengan melakukan tekanan dari nilai tukar rupee dan mengurangi defisit transaksi berjalan yang mengkhawatirkan.
Chow Tai Fook Jewellery Group Ltd, peritel perhiasan terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, mencatat kenaikan 92,3 persen dalam laba bersih untuk enam bulan yang berakhir pada September, berkat permintaan kuat dari China.
Izin untuk pembangunan rumah AS di masa mendatang sebagai angka tertinggi dalam lima setengah tahun pada Oktober 2013, dan harga untuk rumah keluarga tunggal berada dalam keuntungan besar pada September. Ini tanda-tanda terbaru kekuatan perekonomian yang bisa mendorong The Fed segera mengurangi pembelian obligasi USD85 miliar per bulan.
Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan bank sentral AS akan mulai melakukan tapering hanya pada Maret, tetapi harga emas moderat karena beberapa pedagang melihat risiko bahwa tapering off Fed bisa dimulai pada Desember.
"Kami masih melihat beberapa potensi ke atas dalam jangka pendek dan menengah, mengingat pasar menyesuaikan perkiraan tapering," kata Alexis Garatti, ekonom Haitong International Research, Hong Kong, seperti dilansir dari Economic Times, Rabu (27/11/2013).
Namun, analis secara teknis memperingatkan bahwa emas tetap akan berada di bawah USD1.300 menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Spot emas telah berlalu naik 0,2 persen menjadi USD1,245.60 per ounce pada 07.17 GMT, setelah turun 0,7 persen pada sesi sebelumnya.
Menurut analis dari Wing Fung Financial Group, jika emas tidak bisa menutup di atas level resistance USD1.260 per ounce dalam beberapa hari ke depan, harga bisa jatuh kembali.
Emas anjlok lebih dari 25 persen tahun ini karena investor menarik uang dari emas untuk berinvestasi ke pasar ekuitas yang memiliki imbal hasil lebih tinggi.
Sementara impor bersih emas China dari Hong Kong memegang angka tertinggi dalam tujuh bulan pada Oktober, data yang dirilis menunjukkan, bank dan pengecer melakukan persediaan untuk memenuhi permintaan menjelang Tahun Baru Imlek pada akhir Januari.
China akan menyalip India sebagai konsumen emas terbesar di dunia tahun ini. Hal tersebut menyusul aturan yang diperkenalkan India pada pertengahan 2013 untuk menahan permintaan emas, item terbesar kedua dalam tagihan impor setelah minyak.
Pemerintah India mengambil langkah-langkah dengan melakukan tekanan dari nilai tukar rupee dan mengurangi defisit transaksi berjalan yang mengkhawatirkan.
Chow Tai Fook Jewellery Group Ltd, peritel perhiasan terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, mencatat kenaikan 92,3 persen dalam laba bersih untuk enam bulan yang berakhir pada September, berkat permintaan kuat dari China.
(dmd)
Lihat Juga :