Dibayangi aksi jual, IHSG berpotensi melemah
Kamis, 28 November 2013 - 08:09 WIB
Dibayangi aksi jual, IHSG berpotensi melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pembalikan arah melemah meskipun masih dapat bertahan di kisaran target support 4.215-4.225.
"Tetap perlu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah (melemah)," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (28/11/2013).
Pada perdagangan hari ini, Reza memperkirakan, IHSG akan bergerak pada rentang support 4.219-4.238 dan resistance 4.284-4.296.
Potensi pembalikan arah menuju level yang kian negatif atas IHSG dipicu aksi jual besar-besaran setelah market merespon negatif makin melemahnya nilai tukar rupiah.
Meskipun, pelaku pasar memanfaatkan menghijaunya bursa saham AS setelah dirilis kenaikan building permits dan home prices index. Nyatanya, sentimen negatif pelemahan laju rupiah dirasa lebih dahsyat, sehingga mengancam laju IHSG yang ingin menhijau lebih lanjut.
"Kami melihat menghijaunya laju IHSG tersebut belumlah mengkonfirmasi penguatan yang kuat karena bila dilihat secara intraday perdagangan, laju IHSG masih cenderung mengalami pelemahan," kata dia.
Padahal, lanjut Reza laju bursa saham Asia cenderung mengalami peningkatan meski sempat melemah di awal sesi seiring dengan sikap pelaku pasar yang menanggapi negatif pelemahan consumer confidence AS.
Akan tetapi, rilis penilaian dari Citigroup Inc. bahwa perusahaan efek di tahun depan akan lebih berkembang seiring dengan perbaikan dan perkembangan di pasar modal turut memberikan sentimen positif dengan kenaikan harga-harga sahamnya.
Di sisi lain, sentimen dari perbaikan balance of trade New Zealand, naiknya construction work done Australia dan penurunan suku bunga Thailand sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen turut menopang laju penguatan bursa saham Asia.
Laju bursa saham Eropa kembali menghijau berbanding terbalik di hari sebelumnya setelah pelaku pasar bersikap menahan diri jelang rilis data-data perumahan AS.
Kali ini menghijaunya laju bursa saham Eropa didukung rilis kenaikan consumer confidence Jerman. Tak ketinggalan, rilis data kenaikan GDP growth rate Inggris juga turut membuat laju bursa saham Eropa menghijau.
Laju bursa saham AS dapat bertahan dalam zona hijaunya hingga saat ini seiring dengan rilis penurunan tidak terduga klaim pengangguran. Adanya rilis data positif tersebut, pelaku pasar mencoba melakukan penilaian dalam hubungannya dengan pengurangan stimulus.
Namun demikian, rilis data-data ekonomi lainnya dari penurunan durable goods order dan Chicago PMI seolah-oleh tertutup-tutupi dengan sentimen dari data ketenagakerjaan tersebut.
"Tetap perlu mewaspadai adanya potensi pembalikan arah (melemah)," terang Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (28/11/2013).
Pada perdagangan hari ini, Reza memperkirakan, IHSG akan bergerak pada rentang support 4.219-4.238 dan resistance 4.284-4.296.
Potensi pembalikan arah menuju level yang kian negatif atas IHSG dipicu aksi jual besar-besaran setelah market merespon negatif makin melemahnya nilai tukar rupiah.
Meskipun, pelaku pasar memanfaatkan menghijaunya bursa saham AS setelah dirilis kenaikan building permits dan home prices index. Nyatanya, sentimen negatif pelemahan laju rupiah dirasa lebih dahsyat, sehingga mengancam laju IHSG yang ingin menhijau lebih lanjut.
"Kami melihat menghijaunya laju IHSG tersebut belumlah mengkonfirmasi penguatan yang kuat karena bila dilihat secara intraday perdagangan, laju IHSG masih cenderung mengalami pelemahan," kata dia.
Padahal, lanjut Reza laju bursa saham Asia cenderung mengalami peningkatan meski sempat melemah di awal sesi seiring dengan sikap pelaku pasar yang menanggapi negatif pelemahan consumer confidence AS.
Akan tetapi, rilis penilaian dari Citigroup Inc. bahwa perusahaan efek di tahun depan akan lebih berkembang seiring dengan perbaikan dan perkembangan di pasar modal turut memberikan sentimen positif dengan kenaikan harga-harga sahamnya.
Di sisi lain, sentimen dari perbaikan balance of trade New Zealand, naiknya construction work done Australia dan penurunan suku bunga Thailand sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen turut menopang laju penguatan bursa saham Asia.
Laju bursa saham Eropa kembali menghijau berbanding terbalik di hari sebelumnya setelah pelaku pasar bersikap menahan diri jelang rilis data-data perumahan AS.
Kali ini menghijaunya laju bursa saham Eropa didukung rilis kenaikan consumer confidence Jerman. Tak ketinggalan, rilis data kenaikan GDP growth rate Inggris juga turut membuat laju bursa saham Eropa menghijau.
Laju bursa saham AS dapat bertahan dalam zona hijaunya hingga saat ini seiring dengan rilis penurunan tidak terduga klaim pengangguran. Adanya rilis data positif tersebut, pelaku pasar mencoba melakukan penilaian dalam hubungannya dengan pengurangan stimulus.
Namun demikian, rilis data-data ekonomi lainnya dari penurunan durable goods order dan Chicago PMI seolah-oleh tertutup-tutupi dengan sentimen dari data ketenagakerjaan tersebut.
(rna)
Lihat Juga :