Pelemahan rupiah buat IHSG bergerak terbatas
Kamis, 28 November 2013 - 08:25 WIB
Pelemahan rupiah buat IHSG bergerak terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Sisa 20 hari perdagangan menjelang penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir 2013 serta merujuk kenaikan tipis EIDO:US dan Dow Jones yang ditutup pada level tertinggi baru sepanjang masa, ternyata belum cukup mendongkrak IHSG untuk bergerak ke zona hijau.
Pelaku pasar justru diminta berhati-hati seiring nilai tukar rupiah terus melemah atas USD, yang saat ini berada pada level Rp11.886 serta kembali turunnya harga minyak Nymex sebesar 1,42 persen, emas 0,31 persen, nikel 1,152 persen dan timah 0,98.
"Saya memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Kamis. Rentang IHSG pada kisaran 4.223-4.300. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (28/11/2013).
Padahal, Edwin menjelaskan, kombinasi tipisnya perdagangan di Wall Street menyambut libur Thanksgiving dan dimulainya Christmas Shopping Season serta menguatnya consumer sentiment bulan November di level 75,1, naiknya Leading Economic Indicators Index Oktober sebesar 0,2 persen serta lebih kuatnya business activity untuk wilayah Chicago menjadi faktor pendorong Dow Jones kembali ditutup pada level tertinggi.
Melihat lajunya, Dow Jones kembali ditutup pada level tertinggi sepanjang masa setelah menguat sebesar 24,53 poin (0,15 persen) di level 16.097,33 disertai kenaikan The Vix 1,33 persen ditutup di level 12,98.
Namun demikian, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD membuat sentimen positif tersebut seolah tak berarti bagi laju IHSG.
"Perlu ditekankan di sini, investor sebaiknya melakukan aksi sell atau avoid khususnya atas saham yang mempunyai utang miliaran USD. Apalagi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat ini karena pastinya akan sangat memberatkan emiten tersebut," tutur Edwin.
Pelaku pasar justru diminta berhati-hati seiring nilai tukar rupiah terus melemah atas USD, yang saat ini berada pada level Rp11.886 serta kembali turunnya harga minyak Nymex sebesar 1,42 persen, emas 0,31 persen, nikel 1,152 persen dan timah 0,98.
"Saya memperkirakan IHSG bergerak dalam kisaran terbatas dalam perdagangan Kamis. Rentang IHSG pada kisaran 4.223-4.300. Pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Kamis (28/11/2013).
Padahal, Edwin menjelaskan, kombinasi tipisnya perdagangan di Wall Street menyambut libur Thanksgiving dan dimulainya Christmas Shopping Season serta menguatnya consumer sentiment bulan November di level 75,1, naiknya Leading Economic Indicators Index Oktober sebesar 0,2 persen serta lebih kuatnya business activity untuk wilayah Chicago menjadi faktor pendorong Dow Jones kembali ditutup pada level tertinggi.
Melihat lajunya, Dow Jones kembali ditutup pada level tertinggi sepanjang masa setelah menguat sebesar 24,53 poin (0,15 persen) di level 16.097,33 disertai kenaikan The Vix 1,33 persen ditutup di level 12,98.
Namun demikian, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD membuat sentimen positif tersebut seolah tak berarti bagi laju IHSG.
"Perlu ditekankan di sini, investor sebaiknya melakukan aksi sell atau avoid khususnya atas saham yang mempunyai utang miliaran USD. Apalagi yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat ini karena pastinya akan sangat memberatkan emiten tersebut," tutur Edwin.
(rna)
Lihat Juga :