Inflasi November tak banyak pengaruhi pasar saham

Senin, 02 Desember 2013 - 15:57 WIB
Inflasi November tak...
Inflasi November tak banyak pengaruhi pasar saham
A A A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada menilai, inflasi November sebesar 0,12 persen yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini masih cenderung rendah, sehingga diperkirakan tidak akan banyak memberikan sentimen negatif bagi pasar saham.

"Rilis inflasi dari BPS sebesar 0,12 persen meski lebih tinggi dari perkiraan kami sebesar 0,05 persen, namun tidak banyak memberikan sentimen negatif karena masih dianggap wajar," kata Reza saat dihubungi wartawan, Senin (2/12/2013).

Jika nantinya inflasi Desember dapat terjaga di bawah 0,2 persen, maka inflasi untuk tahun ini secara tahunan (year on year/yoy) akan di bawah 9 persen atau bahkan bisa berada di bawah 8 persen.

"Kondisi ini tentunya juga harus ditopang dengan stabilnya harga-harga barang dan jasa di pasaran," ujar dia.

Sejalan dengan tingkat inflasi yang tidak terlalu tinggi tersebut, Reza berharap agar Bank Indonesia (BI) tidak kembali menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate), sehingga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga.

Seperti diketahui, BI pada awal November telah menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) dari 7,25 persen menjadi 7,5 persen. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi A Johansyah mengatakan, kenaikan BI Rate tersebut untuk mengatur current account defisit ke depan.

Selain rilis inflasi, BPS juga merilis ekspor-impor yang ternyata diluar perkiraan dapat mencatatkan surplus meski tipis atau senilai USD42,2 juta. Meski hanya mengalami surplus tipis, namun sudah jauh lebih baik dari bulan sebelumya yang defisit mencapai USD657,2 juta.

"Adanya surplus tersebut setelah terjadi kenaikan ekspor sebesar 6,87 persen secara bulanan (month on month/mom) dan 2,59 persen yoy. Meskipun di bulan Oktober terjadi surplus, namun dengan mengasumsikan tingkat surplus yang terjadi akan sama hingga akhir tahun, maka secara yoy masih mengalami defisit di atas USD3 miliar atau lebih rendah dari tahun 2012 sebesar USD1,14 miliar," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jelang Rilis Inflasi,...
Jelang Rilis Inflasi, IHSG Waspadai Support di 6.542
Paska Liburan, IHSG...
Paska Liburan, IHSG Diramal Stabil Jelang Rilis Inflasi
Inflasi Bikin Gelisah,...
Inflasi Bikin Gelisah, Wall Street Dibuka Melemah
Wall Street Dibuka Rebound...
Wall Street Dibuka Rebound Usai Tersengat Panasnya Sentimen Inflasi
Tersulut Kenaikan Inflasi,...
Tersulut Kenaikan Inflasi, Bursa Saham Amerika Kebakaran
Simalakama Paket Stimulus...
Simalakama Paket Stimulus AS: Disebut Bisa Tingkatkan Inflasi
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
7 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
8 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
8 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
9 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
9 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved