Detos gencar sosialisasi anti barang bajakan

Selasa, 03 Desember 2013 - 14:17 WIB
Detos gencar sosialisasi...
Detos gencar sosialisasi anti barang bajakan
A A A
Sindonews.com - Manager Marketing Communication Depok Town Square (Detos), Ferry Nurdin mengatakan, pihaknya dengan tegas menentang adanya barang bajakan.

Sebelum adanya konsep ORI Mal, kata Ferry, Detos selalu melakukan sosialisasi kepada tenant agar menjual barang original. Konsep ORI Mal merupakan program Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM. Mal yang berada di sentra bisnis Depok tersebut sudah mensosialisasikan kepada seluruh tenant agar menjual barang dagangan yang original.

"Pada prinsipnya hampir semua pengelola mal tidak ada yang ingin di malnya tersedia barang palsu atau KW. Kami selalu imbau dan mensosialisasikan hal tersebut kepada tenant. Hal ini dipertegas dengan ijin surat masuk barang," kata Ferry, Selasa (3/12/2013).

Dikatakan dia, saat ini konsumen pun sudah pintar memilih barang. Artinya, mereka bisa membedakan barang yang asli dan mirip dengan asli. "Kami sering imbau kepada para tenant agar menjual barang yang tidak palsu. Namun, kami pikir konsumen juga sudah pintar memilih mana barang yang asli dan palsu," katanya.

Dirinya juga memastikan produk software komputer yang berada di tempatnya adalah barang asli. "Kalau software komputer asli, yang rentan palsu atau tidak umumnya barang-barang fashion dan yang berkaitan dengan life style seperti kacamata dan lain-lain. Kami dukung program ORI," pungkasnya.

Program ORI Mal dilakukan untuk menyeleksi mal-mal bebas dan bersih perdagangan barang dan software palsu atau bajakan. Program tersebut mulai Desember 2013 hingga februari 2014.

Sebelumnya, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) siap memberikan hadiah bagi pengelola mal yang berhasil membuat malnya bersih dari peredaran produk barang dan software bajakan atau palsu. Itu cara APBBI jadikan mal bebas barang bajakan.

"Reward lainnya bisa berupa insentif pajak daerah atau retribusi saat pengurusan izin seperti SIUP atau tanda daftar perusahaan/TDP, sehingga program ORI Mal menarik dan efektif," tandas perwakilan APBI, Irwanto.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Central Park dan Neo...
Central Park dan Neo Soho Mall Jakarta Siap Buka Kembali
Hadirkan Konsep Baru,...
Hadirkan Konsep Baru, Toko ke-5 AEON Store Hadir di Mall @Alam Sutera
Perjalanan 13 Tahun...
Perjalanan 13 Tahun Lippo Mall Kemang, Pusat Lifestyle yang Terus Hadirkan Inspirasi
PPKM Longgar, Pusat...
PPKM Longgar, Pusat Perbelanjaan Kembali Dibuka
Buka Mall Baru di Sentul,...
Buka Mall Baru di Sentul, AEON Mall dan Pemkab Bogor Kolabs Bantu UMKM
Cyber Mall Malang Rayakan...
Cyber Mall Malang Rayakan Satu Dekade dengan Pemilihan Miss Cyber Mall 2024
Berita Terkini
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
24 menit yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
1 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
2 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Barang dan Jasa...
Daftar Barang dan Jasa yang Kena dan Tidak Kena PPN 12%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved