SBY: KTM WTO memperteguh sistem perdagangan multilateral

Selasa, 03 Desember 2013 - 20:04 WIB
SBY: KTM WTO memperteguh...
SBY: KTM WTO memperteguh sistem perdagangan multilateral
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh anggota World Trade Organization (WTO) untuk bersama-sama menciptakan sistem perdagangan multilateral yang lebih mudah, adil, dan terbuka.

"Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu menata ulang perdagangan global. Dan kita punya kesempatan untuk mengupayakan kemudahan bagi perdagangan dunia yang lebih mudah, adil serta terbuka," kata Presiden dalam sambutannya ketika membuka Konferensi Tingkat Menteri (KTM) Negara-Negara Anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) ke-9 di Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, dikutip dari situs Setkab, Selasa (3/12/2013).

Kepada seluruh delegasi, SBY menyatakan keyakinannya KTM ini akan memperteguh sistem perdagangan multilateral. Terlebih lagi, pertemuan di Bali sebagai kelanjutan dari kesepakatan bersejarah di Jenewa, yang mengahsilkan Agenda Pembangunan Doha (DDA).

Kendati pertemuan sebelumnya di Jenewa tidak membuahkan hasil, SBY mengingatkan semua negara anggota WTO telah sepakat untuk mereformasi sehingga akan membuka pasar bagi negara-negara kurang berkembang (LDC).

Pertemuan Bali, menurut SBY, juga akan menyiapkan landasan bagi tercapainya harapan baru bagi Agenda Pembangunan Doha. "Karenanya saya berharap pada Anda semua untuk membuat progres yang nyata dalam pertemuan di Bali ini,” pinta SBY.

Dalam acara yang dihadiri Dirjen WTO Roberto Azevedo itu, SBY mengharapkan Bali sebagai tempat pertemuan akan mengurai setiap kebuntuan, dan kemacetan. Presiden lalu menyebut pertemuan besar yang sukses terselenggara di Bali, seperti konferensi perubahan iklim pada 2007, dan sebelumnya pada 2003 KTT ASEAN menelorkan Bali Concord II.

Untuk mencapai hasil positif, SBY mengimbau seluruh delegasi, khususnya para menteri perdagangan, untuk memanfaatkan kemauan politik. "Kita semua harus luwes demi WTO yang lebih baik, demi kebaikan perekonomian kita, dan demi kebaikan seluruh rakyat di dunia," kata SBY.

KTM Ke-9 WTO di Bali, kata Presiden, merupakan kesempatan emas untuk membuat langkah besar menuju kesimpulan Putaran Doha. "Marilah kesempatan ini kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk menyatukan perbedaan di antara kita dan menyepakati aturan perdagangan baru yang akan memperkuat perekonomian global," pinta SBY.

Kepala Negara menegaskan, pertemuan Bali hanya akan membuahkan hasil, hanya bila seluruh delegasi tidak memandang yang lain sebagai kompetitor melain mitra.

Tampak hadir dalam pembukaan KTM WTO itu antara lain Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Soetardjo, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Sebelum membuka KTM WTO, Presiden SBY didampingi Menlu Marty Natalegawa dan Mendag Gita Wirjawan telah melakukan pertemuan dengan Dirjen WTO Roberto Azevedo.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Bersama Pemerintah...
Pengusaha Bersama Pemerintah Siap Hadapi Uni Eropa dan WTO
Daftar Negara Berkembang...
Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?
Kandidat dari Saudi:...
Kandidat dari Saudi: Perbaiki WTO Butuh Manajemen dan Kepemimpinan
Perseteruan Indonesia...
Perseteruan Indonesia dengan Brasil Soal Daging Ayam Masuki Babak Baru
Diam-diam China dan...
Diam-diam China dan Australia Tarung di WTO, Geger Soal Tarif Impor Wine
Dibayangi Resesi, WTO...
Dibayangi Resesi, WTO Ungkap Faktor Pendorong Perdagangan Global
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
6 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
7 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
7 jam yang lalu
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
8 jam yang lalu
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
9 jam yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved