Belanja pegawai hambat pembangunan daerah

Rabu, 04 Desember 2013 - 13:45 WIB
Belanja pegawai hambat...
Belanja pegawai hambat pembangunan daerah
A A A
Sindonews.com - Persentase porsi belanja modal yang masih rendah disinyalir masih menghambat kemajuan daerah dalam menopang perekonomian nasional.

Hal tersebut dikatakan oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Politik, Hukum dan Hubungan Antar Lembaga, Reydonnyzar Moenek di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (4/12/2013).

Donny, panggilan akrab Reydonnyzar Moenek mengatakan, prosentase belanja modal di daerah masih sekitar 24,8 persen dari seluruh porsi APBD. "Masih kalah dengan belanja pegawai sebesar 41,9 persen dan juga belanja barang dan jasa sebesar 10,9 persen," ujarnya.

Donny juga menyebut fenomena seperti itu terjadi di 294 kabupaten dan kota yang ada di seluruh Indonesia. Di mana mayoritas APBD mereka masih habis untuk menggaji Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Makanya kemarin-kemarin ini kita berlakukan moratorium PNS karena untuk mengurangi porsi belanja pegawai yang terlalu besar itu," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
39 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Resmi, RUU Daerah Khusus...
Resmi, RUU Daerah Khusus Jakarta Menjadi Undang-Undang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved