Software anti sadap tidak diproduksi massal

Rabu, 04 Desember 2013 - 14:39 WIB
Software anti sadap...
Software anti sadap tidak diproduksi massal
A A A
Sindonews.com - Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek) RI menegaskan tidak akan memproduksi massal software anti sadap yang saat ini telah dikembangkan di Indonesia.

"Kita sudah punya softwarenya. Tapi tidak untuk diproduksi secara massal. Hanya untuk segmen tertentu saja," tegas Sekretaris Menteri Riset dan Teknologi Harry Purwanto pada seminar International Seminar & Conference on Learning Organization di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Rabu (4/12/2013).

Menurut dia, software ini sementara akan dikembangkan untuk segmen tertentu seperti pemerintahan. Walaupun, apabila dikomersilkan, banyak perusahaan telekomunikasi yang tertarik memproduksi produk ini.

"Kalau dijual secara komersil, pasti banyak perusahaan yang tertarik. Kedepan, aplikasi anti sadap dipastikan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat," pungkas dia. Atas alasan itu, pemerintah belum berencana memproduksi secara massal.

Walaupun siap diproduksi, software anti sadap masih perlu penyempurnaan dan pengembangan teknologi. Terutama pada aplikasi penyaring suara yang bisanya menyebabkan handphone berkerja lebih berat.

Lebih lanjut Harry mengatakan, kendati inovasi teknologi aplikasi untuk gedjet terus berkembang, namun pemerintah masih kesulitan memfasilitasi produk tersebut laku secara komersil. "Sementara ini memang oleh PT INTI. Tapi memang terkendala soal kesepakatan hitung-hitungannya," jelas dia.

Namun, pemerintah terus berupaya menarik investor swasta membuat produk handphone dari inovasi anak negeri. Sejauh ini, kerja sama tersebut telah terjadi dengan Politron. Handphone tersebut menggunakan aplikasi buatan anak negeri.

Kemenristek juga terus berusaha menarik minat investor lainnya seperti Nokia, Samsung, menggunakan aplikasi buatan anak negeri. "Bisnis aplikasi sebenarnya sangat menjanjikan. Karena harganya sangat murah," imbuh dia.

Kedepan, kebutuhan aplikasi handphone akan sangat beragam. Berbagai aplikasi diyakini akan melayani kebutuhan manusia. Seperti aplikasi kesehatan, aplikasi bisnis, keperluan perkantoran, hingga aplikasi lifestyle.

"Gadget saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Setiap masyarakat rata-rata mengganti gadget satu tahun sekali," pungkas dia. Apabila peluang ini dimanfaatkan, akan sangat menjanjikan bagi industri dalam negeri.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
Apjatel: Penerapan Network...
Apjatel: Penerapan Network Sharing Bisa Membuat Perang Harga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
1 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
2 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
2 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
2 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
3 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved