Kaltim hentikan pasokan itik dari Jateng

Senin, 09 Desember 2013 - 14:26 WIB
Kaltim hentikan pasokan...
Kaltim hentikan pasokan itik dari Jateng
A A A
Sindonews.com - Pasca 15 ribu itik (bebek) di Kendal, Jawa Tengah (Jateng) mati mendadak diduga karena serangan virus flu burung (AI) sejak awal Desember, namun pasokan itik untuk Kalimantan Timur (Kaltim) tidak terpengaruh. Distribusi itik untuk provinsi ini mayoritas didatangkan dari Kalimantan Selatan.

“Kita sudah terima informasi tentang dugaan serangan AI pada ternak itik di Pulau Jawa, namun karena kita selama ini merekomendasikan daerah pasokan hanya dari Kalsel, sehingga kejadian tersebut tidak berpengaruh terhadap pasokan itik ke Kaltim,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kaltim Edith Hendarti, Senin (9/12/2013).

Sejak kasus flu burung merebak di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi beberapa tahun lalu, Pemrpov Kaltim melalui Surat Edaran Gubernur Kaltim tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Flu Burung pada Itik yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah baik Bupati maupun Walikota se-Kaltim termasuk Kaltara.

Surat edaran Gubernur Kaltim itu melarang lalu lintas ternak itik dan produknya dari daerah tertular AI (Jawa, Sumatera dan Sulawesi). Sekaligus melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak panik (khawatir) mengonsumsi daging dan telur itik.

Selain itu, melakukan pembinaan kesehatan unggas dan pengawasan terutama pada peternakan itik pembibitan dan peternak penetas itik yang mendistribusikan anak itik ke berbagai daerah di Kaltim.

“Atas dasar surat edaran itulah, kami hanya merekomendasikan para pelaku usaha ternak itik hanya memasok dari Kalsel. bahkan pihak karantina tidak akan mengijinkan pemasok melewati pos-pos pengawasan tanpa membawa surat rekomendasi dari Disnak,” jelasnya.

Di Kaltim sendiri, kasus flu burung pernah terjadi di Berau pada Januari lalu dan sempat mematikan sembilan ekor itik. Namun, Disnak Kaltim bersama instansi teknis setempat melakukan tindakan antisipasi dini melalui depopulasi dan penyemprotan di kawasan terindikasi dan sekitarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow BEEF Membangun Pusat...
Wow BEEF Membangun Pusat Peternakan Terintegrasi di Subang Kapasitas 28.000 Ton
Jelang Purna Tugas,...
Jelang Purna Tugas, Puluhan Polisi Kembangkan Minat Berternak
Bulukumba Optimalkan...
Bulukumba Optimalkan Potensi Sektor Peternakan Lewat Kampung Sapi
Telur Tetas Asal Klaten...
Telur Tetas Asal Klaten Terbang ke Vietnam, Sektor Perunggasan Tumbuh Positif
Warga Pagenggang Lebak...
Warga Pagenggang Lebak Apresiasi Peternakan Sistem Close House
Tidak Punya Izin, Peternakan...
Tidak Punya Izin, Peternakan Babi di Klaten Ditutup Sat Pol PP
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
11 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
45 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved