Chandra Asri peroleh fasilitas pinjaman USD265 juta

Selasa, 10 Desember 2013 - 13:21 WIB
Chandra Asri peroleh...
Chandra Asri peroleh fasilitas pinjaman USD265 juta
A A A
Sindonews.com - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman berjangka 7 tahun sebesar USD265 juta. Kredit tersebut dari beberapa bank lokal dan asing, seperti Bangkok Bank PCL, The Siam Commercial Bank PCL, Indonesia Eximbank, DBS Bank Ltd dan Deutsche Bank AG, Singapura.‬

Direktur TPIA Suryandi mengungkap, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal sehubungan dengan eskpansi Naphtha Cracker dari 600 ribu KT menjadi 860 ribu KT per tahun.

“Nilai ekspansi ini sekitar USD380 juta,” kata Suryandi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (10/12/2013).

Dia melanjutkan, proyek eskpansi ini telah dimulai pada kuartal IV-2013 dan ditargetkan akan memulai produksi komersial pada akhir 2015 mendatang.

Sebelumnya, pada bulan November lalu, perseroan telah berhasil menyelesaikan penawaran umum terbatas I (PUT I) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).‬ Jumlah dana yang diperoleh melalui rigth issue ini sebesar USD127,9 juta.

TPIA menerbitkan saham baru sebanyak 220,76 juta saham atau sebesar 7,20 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh pemegang saham perseroan.‬ Nilai nominal saham baru pada PUT I ini sebesar Rp1.000 per saham. Perseroan mematok harga harga pelaksanaan Rp6.750 setiap saham. Dengan demikian, total dana yang akan diperoleh perseroan pada PUT I ini sebesar USD130 juta.

Dikatakan Suryandi, dana right issue tersebut akan digunakan untuk cracker expansion. “Pelaksanaan rights issue sepenuhnya didukung oleh Magna Resources Corporation Pte. Ltd., pemegang saham mayoritas PT Barito Pasific Tbk, dan SCG Chemicals Co. Ltd.,” ujarnya.

Dia mengungkap, dukungan pendanaan yang kuat yang diterima dari bank dan para pemegang saham menunjukan kepercayaan dan juga komitmen terhadap rencana bisnis perseroan untuk mencapai posisi terdepan dalam industri petrokimia Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Chandra Asri dan Glencore...
Chandra Asri dan Glencore Resmi Kuasai Kilang Shell Singapura Senilai Rp4,2 Triliun
DBS Gelontorkan Pembiayaan...
DBS Gelontorkan Pembiayaan Rp2,9 Triliun ke Chandra Asri
Danantara dan INA Bidik...
Danantara dan INA Bidik Proyek Milik Chandra Asri Senilai Rp13 Triliun
Ini Catatan Kinerja...
Ini Catatan Kinerja Chandra Asri Sepanjang Kuartal III-2023
Dipecat dari Kadin,...
Dipecat dari Kadin, Ini Tiga Tersangka yang Lakukan Pemalakan di Cirebon
Chandra Asri Raih Fasilitas...
Chandra Asri Raih Fasilitas Balloon Payment Rp3,5 Triliun dari BNI
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
4 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
5 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved