Kemendag: Banyak impor karena permintaan tinggi
Selasa, 10 Desember 2013 - 16:40 WIB
Kemendag: Banyak impor karena permintaan tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Neraca perdagangan Indonesia belakangan ini selalu mengalami defisit. Indonesia banyak melakukan impor dibanding ekspor, mulai dari pangan seperti gandum hingga barang teknologi tinggi seperti pesawat.
Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Imam Pambagyo mengakui, selama ini banyak keluhan masyarakat tentang membanjirnya barang impor.
"Kita mengeluhkan banyak impor. Semakin banyak produk. Saya lontarkan pertanyaan, barang itu kan dari luar negeri memang naik kapal sendiri? itu karena ada pesan dari Indonesia," ucap Imam di Kemendag, Jakarta, Selasa (10/12/2013)
Dia juga mempertanyakan kenapa orang Indonesia suka memesan barang impor dan tidak membeli produk dalam negeri. Pesanan dari masyarakat tersebut yang kemudian berdampak pada tingginya angka impor.
"Pertanyaannya kenapa orang Indonesia tidak beli produk Indonesia? Apa barangnya engga ada, kenapa orang pesan dari luar negeri kalau itu ada di dalam Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, tingginya impor saat ini karena kurangnya sisi suplai dari dalam negeri. Bukan hanya itu, Indonesia sebagai negera berkembang juga membutuhkan konsumsi yang tinggi untuk tetap bertahan.
"Kelas menengah kita besar dan memerlukan produk konsumer. Bisa enggak kita meningkatkan produksi pangan dalam negeri," pungkas Imam.
Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Imam Pambagyo mengakui, selama ini banyak keluhan masyarakat tentang membanjirnya barang impor.
"Kita mengeluhkan banyak impor. Semakin banyak produk. Saya lontarkan pertanyaan, barang itu kan dari luar negeri memang naik kapal sendiri? itu karena ada pesan dari Indonesia," ucap Imam di Kemendag, Jakarta, Selasa (10/12/2013)
Dia juga mempertanyakan kenapa orang Indonesia suka memesan barang impor dan tidak membeli produk dalam negeri. Pesanan dari masyarakat tersebut yang kemudian berdampak pada tingginya angka impor.
"Pertanyaannya kenapa orang Indonesia tidak beli produk Indonesia? Apa barangnya engga ada, kenapa orang pesan dari luar negeri kalau itu ada di dalam Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, tingginya impor saat ini karena kurangnya sisi suplai dari dalam negeri. Bukan hanya itu, Indonesia sebagai negera berkembang juga membutuhkan konsumsi yang tinggi untuk tetap bertahan.
"Kelas menengah kita besar dan memerlukan produk konsumer. Bisa enggak kita meningkatkan produksi pangan dalam negeri," pungkas Imam.
(izz)
Lihat Juga :