Pengamat: Jangan asal tuduh operator soal penyadapan

Rabu, 11 Desember 2013 - 12:19 WIB
Pengamat: Jangan asal...
Pengamat: Jangan asal tuduh operator soal penyadapan
A A A
Sindonews.com - Kasus penyadapan Australia terhadap pejabat RI belum tentu salah operator seluler di Tanah Air. Pasalnya, ada berbagai metode canggih yang memungkinkan. Karena itu, sebaiknya sejumlah kalangan jangan asal tuduh.

Pernyataan tersebut disampaikan Heru dalam diskusi Teknologi Informasi, bertema "Generasi Muda Bangsa Menyikapi Aksi Penyadapan" di gedung wisma Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora), beberapa waktu lalu.

"Sebaiknya harus dilakukan pengecekan supaya tidak ada stigma negatif terhadap operator kita," ujar pengamat IT sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi.

Heru bilang, jika pemerintah serius menyelidiki harusnya dibentuk tim independen. Tim ini nanti menyimpulkan secara objektif siapa saja yang terlibat menyadap, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan berbagai pihak. "Jadi sama-sama enak dan tidak asal tuduh," ungkapnya.

Heru menjelaskan, proses penyadapan juga dapat dilakukan dengan berbagai cara dari yang paling sederhana hingga yang paling rumit, tidak semata melalui jaringan operator. Misalnya, melalui alat-alat intelejen bantuan dari negara lain.

Sekedar informasi, kabar keterlibatan operator melakukan penyadapan makin liar berhembus. Beredar kabar, perusahaan telekomunikasi asal Singapura SingTel paling bertanggung jawab terhadap penyadapan di Indonesia melalui operator Telkomsel.

Seperti diberitakan oleh Sydney Morning Herald, data Intelijen Australia menunjukkan bahwa Singapura bekerja sama dalam mengakses dan berbagi komunikasi yang dibawa oleh kabel SEA-ME-WE-3 kabel. Badan nasional Australia juga mengakses lalu lintas kabel SEA-ME-WE-3 yang mendarat di Perth.

Dikonfirmasi kabar ini, Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo yang juga hadir dalam diskusi menolak untuk menanggapi. Ia menyerahkan kepada penegak hukum untuk menelusuri kabar tersebut. "Saya serahkan kepada Badan Intelejen Nasional (BIN) saja soal itu," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
Apjatel: Penerapan Network...
Apjatel: Penerapan Network Sharing Bisa Membuat Perang Harga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
2 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
3 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
3 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
3 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
3 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
4 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved