Investasi TPT di Jabar masih menjanjikan

Selasa, 17 Desember 2013 - 14:35 WIB
Investasi TPT di Jabar...
Investasi TPT di Jabar masih menjanjikan
A A A
Sindonews.com - Ketua Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jawa Barat (Jabar), Dadang Ma'soem mengaku pertumbuhan investasi TPT di Jabar masih cukup tinggi.

Menurutnya, sektor ini menempati posisi ketiga dari total investasi dalam negeri dan investasi asing yang masuk Jabar pada 2012. Di mana pada tahun lalu, investasi sektor TPT mencapai Rp18,10 triliun. Lebih besar dari investasi logam senilai Rp52,99 triliun dan manufaktur yang mencapai Rp145,3 triliun.

Investasi TPT, lanjut dia, lebih tinggi dari investasi di sektor kimia dan farmasi yang mencapai Rp11,66 triliun serta investasi sektor makanan yang hanya tembus di angka Rp10,83 triliun. Pertumbuhan investasi TPT diakui dia mencapai puncaknya pada 2011 ke 2012 dengan kenaikan Rp7,06 triliun atau tumbuh 279 persen.

Pihaknya mengakui, kinerja investasi selama lima tahun terakhir (2008-2012) tumbuh signifikan dengan nilai Rp206,88 triliun dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). Selama periode tersebut, investasi manufaktur menguasai 72,6 persen, tersier 29,39 persen, dan primer 0,35 persen (Tanaman pangan, perkebunan, ternak, perikanan, tambang).

Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno. Menurut dia, salah satu alternatif inudustri padat karya ekspansi di Jabar yaitu ke Jabar Timur. UMK di kawasan tersebut juga masih cukup terjangkau.

"Indusatri non woven bisa masuk ke Jabar Timur. Potensinya masih cukup besar," pungkas ujar Sutisno.

Indonesia, lanjut dia, bisa mengandopsi sistem permesinan dari China melalui ANFA. Secara teknologi, mereka jauh lebih maju dari mesin di Jabar.

Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jabar, Kevin Hartanto mengatakan, pemerintah mesti terus mendorong sektor TPT di Jabar. Saat ini, share produk tekstil Indonesia di kancah internasional baru sekitar dua persen.

"Masuknya non moven diharapkan meningkatkan share produk tekstil Indonesia di pasar dunia," pungkas Kevin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
6 menit yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
17 menit yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
32 menit yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
2 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved