Ini proyeksi harga saham CNKO

Selasa, 17 Desember 2013 - 15:23 WIB
Ini proyeksi harga saham...
Ini proyeksi harga saham CNKO
A A A
Sindonews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia Tbk (Pefindo) memproyeksikan harga saham PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) untuk 12 bulan sekitar Rp390-440 per lembar.

Sementara harga saham perseroan hari ini di level Rp265, naik 5 poin dari posisi kemarin di Rp260 per saham. Proyeksi tersebut didukung membaiknya kinerja dan ekspansi yang dilakukan perusahaan.

Analis Pefindo Madjid Abdillah mengatakan, CNKO merupakan satu-satunya produsen energi terintegrasi di Indonesia. "CNKO merestrukturisasi diri menjadi produsen energi terinegrasi yang menargetkan pertumbuhan volume produksi dari tambang batu bara dan pembangkit listrik antara 2013-2015," kata dia dalam risetnya, Selasa (17/12/2013).

CNKO bersama anak perusahaannya bergerak di empat lini bisnis, yakni penambangan dan perdagangan batu bara, pembangkit listrik, penyewaaan kapal dan tongkang serta layanan pelabuhan.

Mulai tahun depan, perusahaan akan memiliki fasilitas produksi batu bara sendiri karena anak usahanya, PT Dwi Guna Laksana mulai beroperasi pada kuartal III/2013 dan Sekti Rahayu Indah pada kuartal IV/2014. Produksi batu bara perseroan akan dipasok untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan klien utamanya, PLN.

Perseroan pada tahun ini mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp784 miliar, dimana sekitar 26 persen untuk proyek pembangkit listrik dan 41 persen untuk pengembangan konsesi batu bara.

Terkait rencana pembangunan pembangkit listrik di Pangkalan Bun sebesar 130 megawatt (MW) dengan perkiraan dana Rp2,8 triliun (USD260 juta), menurut dia, bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp270 miliar pada dua tahun mendatang.

"Di sisi leverage, kami percaya akan tetap sehat seperti ditunjukkan oleh rasio utang terhadap ekuitas (DER) 0,85 kali di semester I/2013," ujar dia.

Dia memprediksi, kinerja perseroan masih prospektif sejalan dengan meningkatnya permintaan batu bara termal di dalam negeri dan kontrak panjang dengan PLN, sehingga akan mengamankan kinerja perseroan di masa depan.

"Kami yakin, perusahaan dapat membukukan pendapatan sebesar Rp1,82 triliun tahun ini dan CAGR 29 persen di 2012-2015," prediksi dia.

Angka tersebut meningkat 19,74 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar Rp1,52 triliun. Sementara pendapatan perseroan tahun depan diprediksi akan melonjak menjadi Rp2,49 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Saham BSI Berpotensi...
Saham BSI Berpotensi Tembus Rp3.900, Strategi Agresif Jadi Penopang
Pertamina Hulu Energi...
Pertamina Hulu Energi Resmi Kuasai 51% Saham Elnusa
Perkuat Industri Nikel,...
Perkuat Industri Nikel, Hillcon Lepas 442,300 Juta Saham ke Publik
Pencatatan Saham Perdana...
Pencatatan Saham Perdana PT Trimegah Bangun Persada Tbk di BEI
Mudik Dilarang, Saham...
Mudik Dilarang, Saham Garuda Nyungsep 5%
Saham KPIG Naik 33%,...
Saham KPIG Naik 33%, Pasar Merespon Positif RUPS PT MNC Land Tbk
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved