Rapat The Fed pekan ini tak akan pengaruhi rupiah
Selasa, 17 Desember 2013 - 17:15 WIB
Rapat The Fed pekan ini tak akan pengaruhi rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed akan digelar pekan ini, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang meyakini hal tersebut tidak akan berpengaruk terhadap nilai tukar rupiah.
Edwin juga berani memastikan bahwa tapering off tidak akan terjadi pada tahun ini dikarenakan beberapa hal penting yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
"Pertama kita lihat current update mereka, ada dua hal yaitu pengangguran mereka belum 6,5 persen dan inflasi mereka juga belum 2,2 persen. Tapering belum akan terjadi," ujar Edwin di Gedung Sindo, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Hal tersebut dirasa Edwin akan membuat nilai tukar rupiah, hingga akhir Desember 2013 hanya akan berkisar pada angka Rp12 ribu/USD.
Namun, Edwin mengingatkan bahwa tapering off akan terjadi secara gradual pada Maret 2014. Selain itu, dia juga memperingatkan agar semua pihak tidak terjebak dalam euforia berlebihan.
"Kita harus atasi potensi larinya modal di pasar obligasi ada Rp1.200 triliun jumlah dana obligasi yang 75 persennya dimiliki asing. Karena itu saya pikir BI Rate akan naik hingga menjadi 8 persen pada 2014," pungkas dia.
Edwin juga berani memastikan bahwa tapering off tidak akan terjadi pada tahun ini dikarenakan beberapa hal penting yang terjadi di Amerika Serikat (AS).
"Pertama kita lihat current update mereka, ada dua hal yaitu pengangguran mereka belum 6,5 persen dan inflasi mereka juga belum 2,2 persen. Tapering belum akan terjadi," ujar Edwin di Gedung Sindo, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Hal tersebut dirasa Edwin akan membuat nilai tukar rupiah, hingga akhir Desember 2013 hanya akan berkisar pada angka Rp12 ribu/USD.
Namun, Edwin mengingatkan bahwa tapering off akan terjadi secara gradual pada Maret 2014. Selain itu, dia juga memperingatkan agar semua pihak tidak terjebak dalam euforia berlebihan.
"Kita harus atasi potensi larinya modal di pasar obligasi ada Rp1.200 triliun jumlah dana obligasi yang 75 persennya dimiliki asing. Karena itu saya pikir BI Rate akan naik hingga menjadi 8 persen pada 2014," pungkas dia.
(izz)