Hatta: Makanya perizinan eksplorasi jangan berbelit-belit

Selasa, 17 Desember 2013 - 18:26 WIB
Hatta: Makanya perizinan...
Hatta: Makanya perizinan eksplorasi jangan berbelit-belit
A A A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengakui cadangan minyak bumi akan habis dalam 12 tahun ke depan. Karenanya diperlukan eksplorasi-eksplorasi sumber minyak baru untuk menambah caangan minyak.

Namun untuk mempercepat proses eksplorasi tersebut, dia meminta agar reformasi perizinan dapat segera diperbaiki dan tidak berbelit-belit.

"Berulang kali saya katakan reformasi di bidang oil and gas kita diperlukan. Masih saja perizinannya itu berbelit-belit," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Hatta mengaku dirinya fokus dalam menyelesaikan permasalahan kemudahan perizinan eksplorasi migas ini agar eksplorasi sumber minyak baru dapat dipercepat. Apalagi pihak swasta masih menanggung kerugian apabila dalam proses eksplorasi tersebut tidak ditemukan sumber minyak baru.

"Itulah mengapa kemudian sekarang saya menekuni betul agar pemangkasan perizinan itu terjadi, supaya eksplorasi itu terjadi," lanjutnya.

Dia juga mengungkapkan, ada insentif yang harus dipikirkan untuk mengurangi cost recovery apabila tidak ditemukan sumber minyak baru, mengingat cadangan-cadangan minyak yang tersedia berada di daerah-daerah yang penuh risiko seperti laut dalam dan daerah terpencil.

"Ada misalkan Enchanced Oil Recovery (EOR). Jaga saja IRR-nya, kalau ada produksi naik, dibayar dan dijaga IRR-nya saja. Itu beberapa negara melakukan itu dan sukses," tandas Hatta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved