Target 30 emiten baru di 2014 masih realistis
Rabu, 18 Desember 2013 - 11:44 WIB
Target 30 emiten baru di 2014 masih realistis
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, tahun politik 2014 tidak akan mengganggu target Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengejar 30 emiten baru.
Menurut dia, sejumlah calon emiten tidak akan dipusingkan ketidakpastian di tahun politik. Pasalnya ada berbagai alasan perusahaan melakukan IPO dan mayoritas telah memiliki calon pembeli yang tidak akan dipengaruhi suhu politik tinggi pada saat tahun pemilihan umum (pemilu) mendatang.
"Kalau IPO yang jenisnya strategic karena memang sudah ada calon pembelinya, ada juga mereka yang akan melakukan backdoor listing yang sudah besar akan masuk, yang ketiga memang karena mereka real ingin IPO," kata dia kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Selain itu, banyaknya instrumen yang tidak dipengaruhi kondisi politik seperti sukuk berbunga tinggi dalam mendapatkan dana IPO, sehingga membuat perusahaan tidak begitu mengkawatirkan kondisi politik tahun depan.
"Jadi saya optimis bahwa target 30 perusahaan IPO bisa tercapai dengan faktor-faktor itu. Cukup realistis saya pikir," tandas Edwin.
Sementara itu, BEI tahun ini berhasil mencatat 31 emiten baru. Angka ini melebih target 2013 sebanyak 30 emiten baru. Jumlah itu menjadi rekor BEI sejak 2001 silam.
Adapun, emiten pertama mencatatkan sahamnya di Bursa pada tahun ini adalah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada 9 Januari 2013 dan emiten terakhir tahun ini adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
SIDO menjadi emiten ke-31 tahun ini atau ke-484 di Bursa. Pada saat listing pagi tadi, harga saham SIDO dibuka langsung melonjak 80 poin atau 13,8 persen ke level Rp660 per lembar saham dari harga penawaran sebesar Rp580 per lembar saham.
Menurut dia, sejumlah calon emiten tidak akan dipusingkan ketidakpastian di tahun politik. Pasalnya ada berbagai alasan perusahaan melakukan IPO dan mayoritas telah memiliki calon pembeli yang tidak akan dipengaruhi suhu politik tinggi pada saat tahun pemilihan umum (pemilu) mendatang.
"Kalau IPO yang jenisnya strategic karena memang sudah ada calon pembelinya, ada juga mereka yang akan melakukan backdoor listing yang sudah besar akan masuk, yang ketiga memang karena mereka real ingin IPO," kata dia kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Selain itu, banyaknya instrumen yang tidak dipengaruhi kondisi politik seperti sukuk berbunga tinggi dalam mendapatkan dana IPO, sehingga membuat perusahaan tidak begitu mengkawatirkan kondisi politik tahun depan.
"Jadi saya optimis bahwa target 30 perusahaan IPO bisa tercapai dengan faktor-faktor itu. Cukup realistis saya pikir," tandas Edwin.
Sementara itu, BEI tahun ini berhasil mencatat 31 emiten baru. Angka ini melebih target 2013 sebanyak 30 emiten baru. Jumlah itu menjadi rekor BEI sejak 2001 silam.
Adapun, emiten pertama mencatatkan sahamnya di Bursa pada tahun ini adalah PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada 9 Januari 2013 dan emiten terakhir tahun ini adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
SIDO menjadi emiten ke-31 tahun ini atau ke-484 di Bursa. Pada saat listing pagi tadi, harga saham SIDO dibuka langsung melonjak 80 poin atau 13,8 persen ke level Rp660 per lembar saham dari harga penawaran sebesar Rp580 per lembar saham.
(rna)
Lihat Juga :