Harga emas dunia jatuh di bawah USD1.200
Kamis, 19 Desember 2013 - 17:08 WIB
Harga emas dunia jatuh di bawah USD1.200
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas global jatuh di bawah USD1.200 per ounce pada perdagangan di London dan New York untuk pertama kalinya sejak Juni 2013. Hal ini merespon perbaikan ekonomi AS yang mendorong Federal Reserve (The Fed) memotong stimulus dan mengurangi permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/12/2013), bullion turun sebanyak 1,5 persen menjadi USD1,199.63 per ounce pada perdagangan di London, terendah sejak 28 Juni. Sementara bullion untuk pengiriman Februari turun sebanyak 3 persen menjadi USD1.198 di Comex, New York. Harga anjlok 28 persen tahun ini, menuju penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun.
Seperti diketahui, Fed memutuskan akan memangkas pembelian obligasi bulanan sampai USD75 miliar dari USD85 miliar mulai Januari 2014, mengutip prospek data ekonomi AS yang positif.
Harga anjlok sebanyak 38 persen di London sejak mencapai rekor pada September 2011, menanggapi pemulihan ekonomi AS yang telah mendapatkan momentum. Sementara ekuitas global telah maju ke level tertinggi dalam hampir enam tahun dan inflasi AS berjalan di angka 1,2 persen.
Emas naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011, setelah Fed memperluas neracanya melalui pembelian utang, memicu ekspektasi inflasi mempercepat dan dolar AS melemah.
Gairah investor terhadap logam mulia tahun ini berkurang karena inflasi gagal naik dan Indeks saham S&P 500 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
Dilansir dari Bloomberg, Kamis (19/12/2013), bullion turun sebanyak 1,5 persen menjadi USD1,199.63 per ounce pada perdagangan di London, terendah sejak 28 Juni. Sementara bullion untuk pengiriman Februari turun sebanyak 3 persen menjadi USD1.198 di Comex, New York. Harga anjlok 28 persen tahun ini, menuju penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun.
Seperti diketahui, Fed memutuskan akan memangkas pembelian obligasi bulanan sampai USD75 miliar dari USD85 miliar mulai Januari 2014, mengutip prospek data ekonomi AS yang positif.
Harga anjlok sebanyak 38 persen di London sejak mencapai rekor pada September 2011, menanggapi pemulihan ekonomi AS yang telah mendapatkan momentum. Sementara ekuitas global telah maju ke level tertinggi dalam hampir enam tahun dan inflasi AS berjalan di angka 1,2 persen.
Emas naik 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011, setelah Fed memperluas neracanya melalui pembelian utang, memicu ekspektasi inflasi mempercepat dan dolar AS melemah.
Gairah investor terhadap logam mulia tahun ini berkurang karena inflasi gagal naik dan Indeks saham S&P 500 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa.
(dmd)
Lihat Juga :