Tingkatkan produktivitas, PKC bikin mesin pengering padi

Kamis, 19 Desember 2013 - 21:23 WIB
Tingkatkan produktivitas,...
Tingkatkan produktivitas, PKC bikin mesin pengering padi
A A A
Sindonews.com - Guna meningkatkan produktivitas pertanian, PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) habiskan Rp300 juta untuk membuat mesin pengering padi.

Selanjutnya melalui program Gerakan Peningkatan Produktivitas Pangan berbasis Korporasi (GP3K) mesin tersebut lalu di serahkan kepada Gabungan Kelompok tani (Gapoktan) Kec. Karawang timur untuk membantu pengeringan padi di wilayah tersebut.

Bantuan tersebut juga sebagai pemenuhan janji dari menteri BUMN Dahlan Iskan ketika melaksanakan panen perdana GP3K beberapa waktu lalu di wilayah itu.

GM pemeliharaan PT Pupuk Kujang, Pranoto Adi mengatakan mesin yang merupakan hasil kerjasama rancangan desain PT Pupuk Kujang dengan IPB tersebut memiliki kapasitas mengeringkan padi sebanyak 10 ton perhari.

Pada proses pengeringannya alat ini membutuhkan kurang lebih 16 jam untuk mengeringkan padi dengan temperatur suhu panas sekitar 34-38 celcius, pada proses pengeringan tersebut mesin pengering membutuhkan sekitar 137 kg sekam dan 20 liter solar.

Sementara itu Direktur Utama PT Pupuk Kujang Cikampek, Bambang Tjahjono bantuan ini merupakan salah satu kerjasama antara Pupuk Kujang dengan para petani di wilayah Kecamatan Kampung Bojong Loa, Desa Tegal Sawah, Kec. Karawang Timur guna meningkatkan produktivitas pertanian.

"Kesulitan petani pada musim hujan itu, petani sulit mengeringkan padi, dengan mesin tersebut diharapkan para petani dapat mengeringkan hasil panen mereka pada musim hujan, dengan memanaskan gabah ini secara perlahan selama 16 jam pemanasan," katanya pada acara Serah terima Mesin Pengering Padi Program GP3K, Kamis (19/12/2013).

Dikatakannya, pengawalan pun dillakukan pihaknya untuk menjaga mesin tersebut tetap berjalan. "Pupuk kujang akan tetap mengawal mesin ini dengan baik jika ada yang rewel," tuturnya.

Kepala Badan BP4K (Badan Penyuluhan Pertanian Perkebunan Peternakan Kehutanan) Karawang, Nachrowi mengatakan puncak banjir di Karawang sampai dua kali di bulan Februari. Namun begitu dengan adanya mesin ini pihaknya mengharapkan dapat membantu peningkatan produktivitas para petani.

Sementara itu, Ketua Kelompok tani Wargi Mekar mengaku terbantu dengan bantuan mesin tersebut, pasalnya para petani membutuhkan waktu yang lama untuk menjemur padi mereka.

"Biasanya padi di jemur tiga hari di jalan, dan memakan banyak tempat, kini dengan mesin ini diharapkan proses pengeringan padi tersebut bisa lebih praktis dan hanya butuh satu hari saja," harapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
23 menit yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
40 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
10 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved