Rupiah diperkirakan belum ada harapan menguat
Selasa, 24 Desember 2013 - 08:31 WIB
Rupiah diperkirakan belum ada harapan menguat
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, tak ada rangkaian kata yang lebih tepat untuk menggambarkan laju rupiah setidaknya hingga akhir tahun 2013, selain "No hope for rupiah for a while".
Pernyataan tersebut, merujuk semakin tidak kondusifnya sentimen yang ada bagi laju rupiah yang tengah terseok-seok di zona merah.
"Pasca dirilisnya kenaikan pertumbuhan GDP AS seolah makin membuat nilai tukar rupiah terpuruk," kata Reza, Selasa (24/12/2013).
Bahkan, menurut Reza, pertumbuhan utang luar negeri terus melambat pada Oktober 2013 yang mencapai USD262,4 miliar yang diumumkan Bank Indonesia (BI) di akhir pekan kemarin juga tidak mampu membuat laju rupiah membaik.
Padahal laju USD sempat melemah terhadap yen seiring aksi ambil untung terhadap USD jelang akhir tahun, namun juga tidak terlalu dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Untuk hari ini, laju rupiah masih akan berkutat di kisaran zona merahnya di atas level Rp12.000. "Laju rupiah di atas target support Rp12.260 per USD. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.260-12.238 per USD mengacu kurs tengah BI," papar dia.
Kemarin nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp12.195 per USD atau terapresiasi 19 poin dibanding penutupan Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada di level Rp12.246 per USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
Pernyataan tersebut, merujuk semakin tidak kondusifnya sentimen yang ada bagi laju rupiah yang tengah terseok-seok di zona merah.
"Pasca dirilisnya kenaikan pertumbuhan GDP AS seolah makin membuat nilai tukar rupiah terpuruk," kata Reza, Selasa (24/12/2013).
Bahkan, menurut Reza, pertumbuhan utang luar negeri terus melambat pada Oktober 2013 yang mencapai USD262,4 miliar yang diumumkan Bank Indonesia (BI) di akhir pekan kemarin juga tidak mampu membuat laju rupiah membaik.
Padahal laju USD sempat melemah terhadap yen seiring aksi ambil untung terhadap USD jelang akhir tahun, namun juga tidak terlalu dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah.
Untuk hari ini, laju rupiah masih akan berkutat di kisaran zona merahnya di atas level Rp12.000. "Laju rupiah di atas target support Rp12.260 per USD. Rentang rupiah berada di kisaran Rp12.260-12.238 per USD mengacu kurs tengah BI," papar dia.
Kemarin nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg di level Rp12.195 per USD atau terapresiasi 19 poin dibanding penutupan Jumat (20/12/2013) di level Rp12.214 per USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada di level Rp12.246 per USD atau melemah 1 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.245/USD.
(rna)