Rupiah akhir tahun berpotensi ditutup Rp12.400

Jum'at, 27 Desember 2013 - 16:46 WIB
Rupiah akhir tahun berpotensi...
Rupiah akhir tahun berpotensi ditutup Rp12.400
A A A
Sindonews.com - Pengamat pasar uang dari PT Bank Saudara Rully Nova mengatakan, sentimen yang datang dari luar masih mendominasi sentimen-sentimen yang mewarnai laju rupiah dan menyumbang tekanan yang mengakibatkan pelemahan mata uang domestik di sisa tahun ini.

"Sentimen eksternal masih dominan. Data ekonomi Amerika Serikat yang semakin baik ini membuat ekspektasi market terhadap dolar (USD) semakin kuat," kata Rully kepada Sindonews, Jumat (27/12/2013).

Dari Amerika Serikat, dia menjelaskan, pelaku pasar melihat adanya kecenderungan penguatan pada ekonomi negara Paman Sam tersebut didorong faktor turunnya klaim tunjangan pengangguran minggun (weekly jobless claim) sebesar 42.000 unit pekerjaan menjadi 338.000 serta naiknya penjualan retail bulan November dan Desember.

Sementara dari dalam negeri, Rully menuturkan, faktor perlambatan ekonomi masih menjadi perhatian utama dari pelaku pasar. "Kita kan tahu ekonomi Indonesia melambat terus dari semula 6,5 persen, turun ke 6 persen, sekarang sudah di bawah 6 persen malah di level 5,7-an persen," tutur dia.

Dengan demikian, lanjut Rully, kombinasi kedua faktor besar tersebut akan menciptakan semacam tekanan ganda yang menghambat keinginan rupiah berbalik arah menguat. Alih-alih bisa menguat, rupiah justru diproyeksi berpotensi menyentuh level Rp12.400 per USD pada penutupan tahun ini.

"Kombinasi penguatan ekonomi Amerika, ditambah proyeksi pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat posisi rupiah terhada dolar semakin tertekan. Akhir tahun mungkin bisa ke level Rp12.300-12.400 per USD," prediksi Rully.

Sore ini, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup di level Rp12.261 per USD. Posisi ini terdepresiasi 60 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.201 per USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.260 per USD atau terdepresiasi 45 poin dibanding hari Selasa di level Rp12.215/USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved