CNKO cari pinjaman Rp2,55 T untuk bangun PLTU

Jum'at, 27 Desember 2013 - 17:17 WIB
CNKO cari pinjaman Rp2,55...
CNKO cari pinjaman Rp2,55 T untuk bangun PLTU
A A A
Sindonews.com - PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) tengah menjajaki rencana mencari pinjaman sebesar USD208 juta atau setara Rp2,55 triliun dari sejumlah bank regional.

Direktur Keuangan CNKO Danar Wihandoyo mengatakan, perseroan mengusahakan akan melakukan pinjaman hanya kepada satu bank, meskipun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan dengan metode sindikasi dari sejumlah bank regional.

“Kami tidak memilih bank lokal karena suku bunga sedang sangat tinggi,” ujar Danar di Gedung WTC, Jakarta, Jumat (27/12/2013).

Dipilihnya pinjaman dari perbankan regional lantaran adanya peningkatan beban bunga kredit jangka pendek yang diperoleh dari perbankan domestik.

Hingga kuartal III/2013, CNKO memiliki utang bank jangka pendek sebesar Rp1,04 triliun. Utang itu terdiri dari fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp570,3 miliar, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) sebesar Rp 458,59miliar dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB) senilai Rp20 miliar.

Beban bunga dan keuangan perseroan yang tercatat hingga September 2013 mencapai Rp104,35 miliar, naik 18,89 persen dibandingkan beban bunga sepanjang periode sama tahun lalu Rp87,77 miliar.

Adapun, dana hasil pinjaman itu rencananya akan dipakai untuk pengembangan Pembangkit Tenaga Listrik Uap (PLTU) menjadi 2x65 megawatt (MW) di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Dana pinjaman hanya akan menutupi 80 persen dari total kebutuhan dana, sementara sisa 20 persen akan kami ambil dari ekuitas,” ujar dia.

Adapun nilai investasi pengembangan kapasitas PLTU tersebut diperkirakan mencapai USD1,5–2 juta per 1 MW. Dengan demikian, total kebutuhan dana CNKO dalam proyek pengembangan tersebut sebesar USD200–260 juta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
MedcoEnergi Dorong Investasi...
MedcoEnergi Dorong Investasi Hijau dalam Transisi Energi di Asia Tenggara
Dukung Keandalan Listrik...
Dukung Keandalan Listrik Sumatera, GE Pasok Turbin Gas untuk PLTGU Riau
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Mengenal PT Arita Prima...
Mengenal PT Arita Prima Indonesia Tbk, Mitra Andal untuk Proyek Industri Anda!
RAJA Kantongi Pendapatan...
RAJA Kantongi Pendapatan Rp4,14 Triliun di 2024, Catat Kinerja Terbaik dalam 5 Tahun
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
12 menit yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
30 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
53 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved