Jelang Tahun Baru, hunian hotel di puncak penuh
Minggu, 29 Desember 2013 - 19:05 WIB
Jelang Tahun Baru, hunian hotel di puncak penuh
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang pergantian tahun 2013 ke 2014, tingkat hunian sejumlah hotel di kawasan Puncak, Bogor sebagian besar sudah full booked (penuh dipesan). Bahkan tak sedikit pula, vila-vila yang ada di kawasan Puncak mendapatkan limpahan penghuni dari hotel-hotel yang sudah penuh itu.
Dari informasi diperoleh menyebutkan, umumnya hotel-hotel yang full booked adalah hotel berbintang, dengan segmen pasar kalangan kelas menengah ke atas.
"Sedangkan untuk hotel non berbintang atau kelas melati begitu penuh. Bahkan yang penuh mungkin hotel bintang lima saja, kalau di bawahnya mungkin baru 50-70 persen yang dipesan," kata Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bogor, Dedi Maulana saat dikonfirmasi SINDO, Minggu (29/12/2013).
Lebih lanjut ia menuturkan, hotel-hotel yang sudah penuh dipesan itu sebagian besar tamunya berasal dari Jakarta. "Bahkan seperti Hotel Seruni yang merupakan hotel termewah bintang lima ini, sudah penuh dipesan sejak satu atau dua bulan lalu untuk malam pergantian tahun," katanya.
Sementara itu, Manager The Rizen Hotel Puncak Agus Junaedi mengaku, hotel bintang tiga yang dikelolanya untuk malam pergantian tahun sudah hampir 100 persen dipesan. "Saat ini sudah 70 persen dari 52 kamar yang tersedia dipesan oleh masyarakat untuk malam pergantian tahun," paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menarik minat dan menghibur pengunjung pihaknya menggelar sejumlah pertunjukan seperti tahun-tahun sebelumnya. "Kita adakan pertunjukan live music, doorprize, dan pesta kembang api. Untuk itu kita yakin tingkat hunian bisa mencapai 100 persen," ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang menginap memesan paket dua malam tiga hari. "Hal tersebut dikarenakan jalur Puncak saat menjelang malam pergantian tahun akan ditutup. Maka dari itu, umumnya mereka memesan paket dua malam tiga hari," tandasnya.
Pihaknya memastikaan, pada libur panjang kali ini, sebagian besar hotel yang ada di kawasan Puncak mengalami peningkatan hunian yang cukup signifikan dibandingkan libur biasa.
Penuhnya hotel berbintang di kawasan Puncak dibenarkan Andreas, 38, pendatang asal Jakarta Timur, yang terpaksa menyewa vila di kawasan Cisarua, karena dari lima hotel yang didatangi telah terisi penuh.
"Kami tidak booking jauh-jauh hari, karena kami pikir tidak akan seramai ini. Kami sekeluarga terpaksa menyewa villa untuk merayakan malam pergantian tahun ini, karena tidak kebagian kamar hotel," tuturnya.
Sementara itu, beberapa orang pemilik dan penjaga vila di kawasan Puncak, Megamendung-Cisarua membenarkan pula hal tersebut. Mereka mendapat limpahan tamu dari beberapa hotel yang penuh.
"Ya memang tiga hari menjelang malam pergantian tahun ini, dari 8 villa yang kami miliki, enam di antaranya telah tersisi untuk tiga hari ke depan. Sebagian besar mendapat rekomendasi dari orang-orang hotel," kata Rahmat, 45, pemilik vila di kawasan Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dari informasi diperoleh menyebutkan, umumnya hotel-hotel yang full booked adalah hotel berbintang, dengan segmen pasar kalangan kelas menengah ke atas.
"Sedangkan untuk hotel non berbintang atau kelas melati begitu penuh. Bahkan yang penuh mungkin hotel bintang lima saja, kalau di bawahnya mungkin baru 50-70 persen yang dipesan," kata Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bogor, Dedi Maulana saat dikonfirmasi SINDO, Minggu (29/12/2013).
Lebih lanjut ia menuturkan, hotel-hotel yang sudah penuh dipesan itu sebagian besar tamunya berasal dari Jakarta. "Bahkan seperti Hotel Seruni yang merupakan hotel termewah bintang lima ini, sudah penuh dipesan sejak satu atau dua bulan lalu untuk malam pergantian tahun," katanya.
Sementara itu, Manager The Rizen Hotel Puncak Agus Junaedi mengaku, hotel bintang tiga yang dikelolanya untuk malam pergantian tahun sudah hampir 100 persen dipesan. "Saat ini sudah 70 persen dari 52 kamar yang tersedia dipesan oleh masyarakat untuk malam pergantian tahun," paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk menarik minat dan menghibur pengunjung pihaknya menggelar sejumlah pertunjukan seperti tahun-tahun sebelumnya. "Kita adakan pertunjukan live music, doorprize, dan pesta kembang api. Untuk itu kita yakin tingkat hunian bisa mencapai 100 persen," ungkapnya.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat yang menginap memesan paket dua malam tiga hari. "Hal tersebut dikarenakan jalur Puncak saat menjelang malam pergantian tahun akan ditutup. Maka dari itu, umumnya mereka memesan paket dua malam tiga hari," tandasnya.
Pihaknya memastikaan, pada libur panjang kali ini, sebagian besar hotel yang ada di kawasan Puncak mengalami peningkatan hunian yang cukup signifikan dibandingkan libur biasa.
Penuhnya hotel berbintang di kawasan Puncak dibenarkan Andreas, 38, pendatang asal Jakarta Timur, yang terpaksa menyewa vila di kawasan Cisarua, karena dari lima hotel yang didatangi telah terisi penuh.
"Kami tidak booking jauh-jauh hari, karena kami pikir tidak akan seramai ini. Kami sekeluarga terpaksa menyewa villa untuk merayakan malam pergantian tahun ini, karena tidak kebagian kamar hotel," tuturnya.
Sementara itu, beberapa orang pemilik dan penjaga vila di kawasan Puncak, Megamendung-Cisarua membenarkan pula hal tersebut. Mereka mendapat limpahan tamu dari beberapa hotel yang penuh.
"Ya memang tiga hari menjelang malam pergantian tahun ini, dari 8 villa yang kami miliki, enam di antaranya telah tersisi untuk tiga hari ke depan. Sebagian besar mendapat rekomendasi dari orang-orang hotel," kata Rahmat, 45, pemilik vila di kawasan Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor.
(gpr)
Lihat Juga :