OJK tak ingin BEI kalah saing
Senin, 30 Desember 2013 - 17:59 WIB
OJK tak ingin BEI kalah saing
A
A
A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertekad untuk terus mendukung upaya pembenahan terhadap pasar modal di Indonesia melalui berbagai cara. Ha ini agar pasar modal Indonesia tidak kalah bersaing dengan pasar modal regional.
"Rasanya kita akan kejar itu, saya menyakini ingin meng-address permasalahan pasar modal Indonesia agar tidak kalah dengan pasar modal negara tetangga. Tidak hanya hal yang mendasar, tapi secara keseluruhan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2013).
Muliaman mengatakan, setidaknya ada tiga cara yang bisa ditempuh dalam meningkatkan mutu pasar modal tanah air. Yaitu, meningkatkan infrastruktur pasar modal, menambah jumlah perusahaan yang ingin Initial Public Offering (IPO) serta menambah jumlah investor domestik.
"Banyak memengaruhi IHSG, di tengah keterbatasan OJK yang baru berdiri satu tahun bisa ditempuh dengan resources Sumber Daya Manusia (SDM)," paparnya.
Ke depan, kata dia, akan banyak sekali tantangan bagi pasar modal Indonesia. Untuk itu, selain melakukan pengawasan pasar modal dan perbankan, OJK juga akan melakukan pengawasan terhadap industri danareksa serta dana pensiun.
"Keinginan pasar modal menjadi pembiayaan menjadi signifikan. OJK akan kawal ini dengan sebaik-baiknnya. Saya harap market financing bisa diwujudkan, dengan syarat menjawab berbagai keperluan dengan kita isi kekurangannya itu," pungkas Muliaman.
"Rasanya kita akan kejar itu, saya menyakini ingin meng-address permasalahan pasar modal Indonesia agar tidak kalah dengan pasar modal negara tetangga. Tidak hanya hal yang mendasar, tapi secara keseluruhan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2013).
Muliaman mengatakan, setidaknya ada tiga cara yang bisa ditempuh dalam meningkatkan mutu pasar modal tanah air. Yaitu, meningkatkan infrastruktur pasar modal, menambah jumlah perusahaan yang ingin Initial Public Offering (IPO) serta menambah jumlah investor domestik.
"Banyak memengaruhi IHSG, di tengah keterbatasan OJK yang baru berdiri satu tahun bisa ditempuh dengan resources Sumber Daya Manusia (SDM)," paparnya.
Ke depan, kata dia, akan banyak sekali tantangan bagi pasar modal Indonesia. Untuk itu, selain melakukan pengawasan pasar modal dan perbankan, OJK juga akan melakukan pengawasan terhadap industri danareksa serta dana pensiun.
"Keinginan pasar modal menjadi pembiayaan menjadi signifikan. OJK akan kawal ini dengan sebaik-baiknnya. Saya harap market financing bisa diwujudkan, dengan syarat menjawab berbagai keperluan dengan kita isi kekurangannya itu," pungkas Muliaman.
(izz)
Lihat Juga :