OJK awasi uang muka perusahaan pembiayaan kendaraan

Kamis, 02 Januari 2014 - 09:51 WIB
OJK awasi uang muka...
OJK awasi uang muka perusahaan pembiayaan kendaraan
A A A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berjanji akan mengkaji pemberian uang muka atau down payment (DP) oleh perusahaan pembiayaan (leasing) kendaraan bermotor.

Kepala Regional VI OJK Sulawesi, Maluku dan Papua (Papua) Hendrikus Ivo mengatakan, hal tersebut dilakukan seiring adanya indikasi praktek kecurangan terhadap peraturan DP minimum kendaraan bermotor.

Sejauh ini, dia menjelaskan, pihaknya memang belum mengantongi perusahaan pembiayaan yang melakukan pelanggaran. Hanya saja, pengawasan dinilai penting agar tak ada satupun pihak yang merasa dirugikan, baik perusahaan pembiayaan maupun konsumen.

"Kami akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan leasing yang menerapkan uang muka rendah. Yang diharapkan adalah keseimbangan, jangan sampai dengan DP rendah merugikan salah satu pihak," kata dia.

Seperti diketahui, dalam PMK No 43/2012 tentang Uang Muka Pembiayaan Konsumen Untuk Kendaraan Bermotor pada Perusahaan Pembiayaan disebutkan pengaturan minimum DP kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor, yakni 25 persen untuk kendaraan bermotor roda dua.

Sementara DP sebesar 30 persen untuk kendaraan roda tiga atau lebih untuk keperluan nonproduktif dan 20 persen untuk kendaraan bermotor roda tiga atau lebih untuk keperluan produktif.

Jika perusahaan melanggar ketentuan, maka dapat dikenai sanksi administratif secara bertahap berupa pemberian surat peringatan, pembekuan kegiatan usaha dan pencabutan izin usaha.

"Termasuk di dalamnya promo-promo cashback oleh leasing yang gencar dilakukan untuk menarik minat masyarakat terhadap produk mereka," ujar dia.

Selain DP, OJK juga akan mengevaluasi iming-iming undian berhadiah yang dilakukan perbankan guna menarik Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Kami juga akan evaluasi itu sejauh mana dampaknya terhadap likuiditas bank, sehingga nanti bisa dicarikan solusi yang ada," kata dia.

Hendrikus menjelaskan, evaluasi itu dilakukan untuk menghindari persaingan tidak sehat antarperbankan dalam hal menarik nasabah. Apalagi, sejauh ini memang belum ada regulasi pengawasan resmi terkait hal tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
2 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
2 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
4 jam yang lalu
Infografis
7 Seragam Pasukan Khusus...
7 Seragam Pasukan Khusus Terbaik Dunia, Nomor 3 Miliki Penutup Muka Antipeluru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved