Malaysia dan Singapura Ternyata Tak Senang RI Punya Industri Semikonduktor
Sabtu, 11 Mei 2024 - 21:00 WIB
loading...
Ilustrasi industri semikonduktor. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Malaysia dan Singapura tidak senang jika Indonesia membangun industri semikonduktor. Mereka berusaha membuat keributan dengan menjegal
agar Indonesia tidak mendirikan pabrik semikonduktor sendiri untuk menjadi produsen berbagai kebutuhan barang elektronik.
"Singapura dan Malaysia tidak senang, makanya dibuat ribut terus sama NGO-NGO, supaya Indonesia tidak masuk di industri semikonduktor. Jadi itu realitas," ujar Airlangga dalam seminar Ekonomi di Sekolah Kolese Kanisius Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: PMI Manufaktur Turun, Airlangga Sebut Pengangguran Berkurang
Dia menjelaskan saat ini pemerintah sedang menyiapkan untuk membangun pabrik semikonduktor dengan mengandalkan investasi dari Amerika Serikat (AS) dan China. Investasi diperlukan karena membangun pabrik semikonduktor membutuhkan biaya yang besar.
"Indonesia sudah menjadi 7 negara yang dipersiapkan untuk semikonduktor oleh AS, dari China dan kita akan buat integrasi di Pulau Rempang dengan investasi USD12 miliar," jelasnya.
agar Indonesia tidak mendirikan pabrik semikonduktor sendiri untuk menjadi produsen berbagai kebutuhan barang elektronik.
"Singapura dan Malaysia tidak senang, makanya dibuat ribut terus sama NGO-NGO, supaya Indonesia tidak masuk di industri semikonduktor. Jadi itu realitas," ujar Airlangga dalam seminar Ekonomi di Sekolah Kolese Kanisius Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2024).
Baca Juga: PMI Manufaktur Turun, Airlangga Sebut Pengangguran Berkurang
Dia menjelaskan saat ini pemerintah sedang menyiapkan untuk membangun pabrik semikonduktor dengan mengandalkan investasi dari Amerika Serikat (AS) dan China. Investasi diperlukan karena membangun pabrik semikonduktor membutuhkan biaya yang besar.
"Indonesia sudah menjadi 7 negara yang dipersiapkan untuk semikonduktor oleh AS, dari China dan kita akan buat integrasi di Pulau Rempang dengan investasi USD12 miliar," jelasnya.
Lihat Juga :