Perubahan modal asing tak pengaruhi pertanian Sulsel

Kamis, 02 Januari 2014 - 10:16 WIB
Perubahan modal asing...
Perubahan modal asing tak pengaruhi pertanian Sulsel
A A A
Sindonews.com - Rencana perubahan komposisi kepemilikan modal usaha oleh swasta asing di sektor pertanian diyakini tidak akan berdampak bagi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Badan Koordinasi dan Penamaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Indiani Ismu mengatakan, sektor pertanian di Sulsel secara keseluruhan memberikan kontribusi tinggi hingga 70 persen.

Namun, investasi di bidang ini lebih dikuasai oleh Penanaman Modal Asing Dalam Negeri (PMDN). Investor asing hanya menguasai sekitar 30 persen dengan pengembangan komoditas cokelat, jagung, karet, dan beberapa komoditi lainnya.

"Perubahan ini tidak akan mampu memukul sektor pertanian. Justru dengan pemberlakuan aturan tersebut akan semakin menggairahkan pengusaha-pengusaha lokal untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan di sektor pertanian," katanya, Rabu (1/1/2014).

Hal senada dilontarkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lutfie Halide yang mengatakan, bahwa pembatasan ruang gerak asing di sektor hortikultura tidak akan menjadi masalah karena sistem pertanian di Sulsel berbasis rakyat.

"Mulai sistem tanam sampai memanen adalah rakyat. Basis ini yang menjadi keuntungan buat petani kita tinggal bagaimana mereka dapat meningkatkan kualitas dan produksinya," ujarnya.

Seperti diketahui, sesuai UU No 13/2010 tentang Hortikultura dan Peraturan Presiden No 36/2010 mengenai Daftar Negatif Investasi (DNI), komposisi kepemilikan modal asing maksimal 95 persen. Namun, revisi Perpres yang tinggal menunggu pengesahan tersebut komposisi saham diubah menjadi 30 persen.

Ada enam bidang usaha yang menjadi restriktif, yaitu perbenihan hortikultura, budidaya hortikultura, industri pengolahan hortikultura, usaha penelitian hortikultura dan usaha laboratorium uji mutu hortikultura, pengusahaan wisata agro hortikultura, dan usaha jasa hortikultura lainnya.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi perubahan kebijakan tersebut. Pembatasan itu dinilainya sebagai langkah untuk menstimulan pergerakan ekonomi.

Menurutnya, kebijakan ini akan mensinergikan antara investor lokal dan asing. DI mana asing yang hendak masuk ke Sulsel dan lokal yang tidak memiliki kemampuan biaya yang cukup, bisa berkolaborasi. Yang penting kata dia, pengusaha asing mau menggandeng pengusaha lokal.

"Tidak mungkin kita mampu membiayai sendiri pembangunan infrastruktur dan pabrik tanpa bantuan investor asing. Inilah pentingnya keberadaan mereka. Tapi sekali lagi kalau mereka mau menggandeng pengusaha lokal dan nasional serta memberi manfaat, kenapa tidak," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
1.550 Bumdes di Sulawesi...
1.550 Bumdes di Sulawesi Tengah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Umumkan Perkembangan...
BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
3 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
13 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
50 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved