OJK yakini ekonomi RI lebih baik di 2014
Kamis, 02 Januari 2014 - 11:26 WIB
OJK yakini ekonomi RI lebih baik di 2014
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Muliaman D Hadad meyakini, adanya perbaikan yang jauh lebih positif pada kondisi ekonomi Tanah Air pada tahun ini.
Hal itu sejalan dengan perkembangan industri keuangan Indonesia, baik pasar modal, perbankan maupun Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang jauh lebih baik di 2014.
"Industri keuangan yang lebih sehat dan kuat di masa mendatang. Selama tahun lalu banyak insiatif untuk memperkuat pasar modal kita serta penguatan fundamental emiten untuk menyosong untuk tahun ini," kata Muliaman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2013).
Muliaman menjelaskan, dengan beralihnya kewenangan industri perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK membuat OJK telah lengkap dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya, tidak hanya pasar modal dan IKNB tapi juga perbankan.
Menurut Muliaman, selama 2013 banyak inisiatif yang dilakukan OJK, baik dalam pengembangan infrastruktur, pendalaman pasar dan penguatan emiten. "Ini untuk meningkatkan potensi industri keuangan Indonesia," kata dia.
Lebih lanjut Muliaman mengungkapkan, untuk meningkatkan pasar modal telah dilakukan beberapa inisiatif , seperti penyempurnaan best practices, sekuritisasi aset pasar modal yang lebih sehat, perizinan industri pasar modal, peningkatan likuiditas perdagangan saham melalui perubahan lot size dan fraksi harga saham.
"Kami telah melakukan beberapa inisiatif dengan menyederhanakan prosedur penawaran umum dan pengembangan pasar obligasi, pendistribusian agen reksa dana dan penerapan e-channel yang bekerja sama denga SRO dan perusahaan efek dalam rangka sosialisasi pasar modal di Indonesia," tutur dia.
Dengan beberapa inisiatif tersebut, Muliaman berharap dapat meningkatkan rasa nyaman bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.
"Mudah-mudahan kesempatan yang berkembang bisa diterapkan karena indikator global dan domestik akan mengalami perbaikan," pungkas Muliaman.
Sementara itu, pemerintah sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sekitar 5,8-6,1 persen. Sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan dalam kisaran 5,8-6,2 persen.
Hal itu sejalan dengan perkembangan industri keuangan Indonesia, baik pasar modal, perbankan maupun Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang jauh lebih baik di 2014.
"Industri keuangan yang lebih sehat dan kuat di masa mendatang. Selama tahun lalu banyak insiatif untuk memperkuat pasar modal kita serta penguatan fundamental emiten untuk menyosong untuk tahun ini," kata Muliaman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (2/1/2013).
Muliaman menjelaskan, dengan beralihnya kewenangan industri perbankan dari Bank Indonesia (BI) ke OJK membuat OJK telah lengkap dalam pelaksanaan fungsi dan tugasnya, tidak hanya pasar modal dan IKNB tapi juga perbankan.
Menurut Muliaman, selama 2013 banyak inisiatif yang dilakukan OJK, baik dalam pengembangan infrastruktur, pendalaman pasar dan penguatan emiten. "Ini untuk meningkatkan potensi industri keuangan Indonesia," kata dia.
Lebih lanjut Muliaman mengungkapkan, untuk meningkatkan pasar modal telah dilakukan beberapa inisiatif , seperti penyempurnaan best practices, sekuritisasi aset pasar modal yang lebih sehat, perizinan industri pasar modal, peningkatan likuiditas perdagangan saham melalui perubahan lot size dan fraksi harga saham.
"Kami telah melakukan beberapa inisiatif dengan menyederhanakan prosedur penawaran umum dan pengembangan pasar obligasi, pendistribusian agen reksa dana dan penerapan e-channel yang bekerja sama denga SRO dan perusahaan efek dalam rangka sosialisasi pasar modal di Indonesia," tutur dia.
Dengan beberapa inisiatif tersebut, Muliaman berharap dapat meningkatkan rasa nyaman bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia.
"Mudah-mudahan kesempatan yang berkembang bisa diterapkan karena indikator global dan domestik akan mengalami perbaikan," pungkas Muliaman.
Sementara itu, pemerintah sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sekitar 5,8-6,1 persen. Sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan dalam kisaran 5,8-6,2 persen.
(rna)
Lihat Juga :