Ekonomi RI 'Sakit' di Kuartal II/2020, Bagaimana Kondisi Perbankan?

Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:31 WIB
loading...
Ekonomi RI Sakit di...
Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif sebesar minus 5,32% pada kuartal II tahun 2020, bagaimana kondisi perbankan dan jasa keuangan dipaparkan oleh Bos OJK Wimboh Santoso. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh negatif sebesar minus 5,32% pada kuartal II tahun 2020, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan bahwa sektor jasa keuangan secara umum masih baik dan terkendali. Hal ini juga tercermin pada sektor perbankan dengan permodalan dan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang tetap terjaga.

"Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Umum Konvensional (BUK) triwulan II 2020 masih cukup tinggi sebesar 22,59% dibandingkan 21,72% pada triwulan I 2020," ujar Wimboh dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

(Baca Juga: Beban Operasional Bank Melonjak 80%, Ekonom: Perlu Ditekan )

Dia mengatakan, kecukupan likuiditas juga terjaga dengan baik tercermin dari rasio Aset Likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) per 28 Juli 2020 yang menguat ke level 130,53% dibandingkan triwulan I 2020 sebesar 112,90%. Hal ini, lanjut dia, jauh di atas threshold-nya yang sebesar 50%.

"Rasio Aset Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) berada di level 27,74% dibandingkan triwulan I 2020 sebesar 24,16%, jauh berada di atas threshold-nya yang sebesar 10%," ungkap Wimboh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
Japan-ASEAN Startup...
Japan-ASEAN Startup Business Matching Fair 2026, Danamon Dukung Pertumbuhan Startup RI
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Netizen Jepang Tuding...
Netizen Jepang Tuding BTS Diperlakuan Khusus FIFA di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved