Produksi minyak Rusia 2013 tertinggi pasca Soviet runtuh

Kamis, 02 Januari 2014 - 16:16 WIB
Produksi minyak Rusia...
Produksi minyak Rusia 2013 tertinggi pasca Soviet runtuh
A A A
Sindonews.com - Rusia melaporkan produksi minyak pada 2013 mencapai angka tertinggi pasca Uni Soviet runtuh. Namun, produksi gas alam dari raksasa Gazprom tergelincir untuk tahun kedua berturut-turut.

Dilansir dari AFP, Kamis (2/1/2014), Kementerian Energi Rusia mengatakan, produksi kondensat minyak dan gas tumbuh sebesar 1,0 persen pada tahun lalu, di rekor baru 523,3 juta ton (10,51 juta barel per hari). Sebelumnya, Rusia mencapai angka tertinggi pasca rezim Soviet pada 2012, dengan output sebesar 10,40 juta barel per hari.

Output harian merosot tajam pada 1994 sebesar 6,0 juta barel, kurang setengahnya saat masih bergabung dengan Uni Soviet sebesar 12,4 juta barel di Rusia dan 14 republik lainnya pada 1988.

Saat ini, bersama Arab Saudi output Rusia sebagai produsen minyak terbesar di dunia. Namun, Rusia tidak memiliki kemampuan cepat seperti Arab Saudi untuk meningkatkan produksi dalam kasus rebound ekonomi global atau gejolak yang lebih serius di Timur Tengah.

Di sisi lain, produksi Gazprom dilaporkan turun sebanyak 476,1 miliar meter kubik, susut dari angka 2012 sebesar 478,8 meter kubik, dan lebih baik dari output 2011 sebesar 513,1 miliar meter kubik.

Penurunan ini mencerminkan kenyataan bahwa hampir semua penjualan Gazprom difokuskan pada negara-negara Eropa, dan pasca Soviet mengalami beberapa tingkat pertumbuhan paling lambat di dunia.

Gazprom juga lambat mengalihkan fokus ke produksi gas alam cair (LNG) yang bisa membantu mencapai pasar negara berkembang di Asia dan Amerika Latin.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Taiwan Ikut Berikan...
Taiwan Ikut Berikan Sanksi Ekonomi kepada Rusia
IMF Bicara Dampak Perang...
IMF Bicara Dampak Perang Rusia-Ukraina pada Ekonomi Indonesia
Investor Veteran Jim...
Investor Veteran Jim Rogers Ramalkan Ledakan Ekonomi Rusia
Bom Waktu di Jantung...
Bom Waktu di Jantung Ekonomi Rusia Diramal Bakal Meledak
Biaya Cerai di Rusia...
Biaya Cerai di Rusia Naik Delapan Kali Lipat, Buat Dana Perang atau demi Demografi?
4 Fakta Ekonomi Rusia...
4 Fakta Ekonomi Rusia Dihujani Sanksi Barat, Justru Berkembang
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
4 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
6 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved