Wall Street awal 2014 berakhir terkoreksi

Jum'at, 03 Januari 2014 - 08:48 WIB
Wall Street awal 2014...
Wall Street awal 2014 berakhir terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Wall Street pada perdagangan perdana tahun ini ditutup terkoreksi karena investor melakukan aksi ambil untung.

Semua sektor di indeks S&P berakhir lebih rendah, dengan sektor teknologi mengalami koreksi terbesar setelah Wells Fargo menurunkan prospek kinerja saham Apple Inc (AAPL.O) dari outperform menjadi market perform. Akibatnya, saham Apple jatuh 1,4 persen menjadi USD553,13.

Sektor teknologi di indeks S&P turun 1,1 persen. Ini merupakan kejatuhan pertama setelah indeks S&P 500 sempat mencatat rekor terbaik sejak 1997.

Selain Apple, saham lain yang juga tergerus setelah menikmati keuntungan terbaik pada 2013, diantaranya Netflix (NFLX.O), yang turun 1,5 persen menjadi USD362,82 dan Micron Tech Inc (MU.O) melemah 0,4 persen menjadi USD21,66.

"Tidak ada fondasi dasar untuk koreksi yang terjadi hari ini, hanya dasar rebalancing portofolio di hari pertama pada tahun pembayaran pajak baru. Orang-orang melakukan aksi ambil untung dan membeli saham yang murah," kata Kepala Strategi Investasi Northern Trust Investasi Global Jim McDonald seperti dilansir Reuters, Jumat (3/1/2014).

Sementara saham Newmont Mining (NEM.N) menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar, yang naik 4 persen menjadi USD23,96. Padahal, saham ini paling terkoreksi di indeks S&P pada tahun lalu.

Hampir dua pertiga dari saham yang diperdagangkan di New York Stock Exchange berakhir melemah, sementara 61 persen saham yang terdaftar di Nasdaq ditutup melemah.

Semalam, indeks Dow Jones turun 135,31 poin atau 0,82 persen menjadi 16.441,35; Indeks S&P 500 melemah 16,38 poin atau 0,89 persen menjadi 1.831,98 dan Nasdaq jatuh 33,52 poin atau 0,80 persen menjadi 4.143,07.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
17 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved