Petani keramba harapkan pinjaman lunak perbankan

Jum'at, 03 Januari 2014 - 16:07 WIB
Petani keramba harapkan...
Petani keramba harapkan pinjaman lunak perbankan
A A A
Sindonews.com - Minimnya akses permodalan yang ditujukan pada petani keramba yang berada di wilayah Waduk Kedung Ombo (WKO) Sragen, Jawa Tengah, membuat para petani kesulitan untuk mengembangkan usaha.

Hartono, salah satu petani karamba warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sumberlawang, Sragen mengakui meski sudah lama menjadi petani karamba, namun belum mampu lepas dari keterbatasan ekonomi.

Padahal usaha karamba yang saat ini ditekuni, sangat diandalkan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Namun apa daya, di saat perekonomian tengah lesu, dirinya dan petani karamba lainnya di Waduk Kedung Ombo (WKO) rata-rata hidup dalam keterbatasan ekonomi.

"Saya sangat berharap agar bisa mendapatkan pinjaman lunak agar bisa memperluas jumlah karamba," ungkapnya saat berbincang di Waduk WKO, Sragen, Jawa Tengah, Jumat (3/1/2014).

Dampak dari minimnya modal, diakui Hartono, berimbas ke jumlah ikan yang dibudidayakan para petani karamba sangat terbatas. Masih ditambah bila ikan yang ditangkar di karamba terserang penyakit, memperburuk hasil panen.

"Kalau sudah begini, mau diapakan lagi. Apalagi kalau ikan-ikan di karamba terserang penyakit, pusing saya. Soalnya tiap musim panen ikan banyak yang mati terserang penyakit," jelasnya.

Idealnya, ungkap Hartono, tiap petani karamba setidaknya memelihara 3.000 ekor tiap petak keramba. Karena modal yang minim tiap petak keramba hanya diisi sekitar 1.500 ekor. Yang siap panen tinggal 1.000 ekor, sisanya mati atau hilang.

Hartono sangat berharap pemerintah dapat memberikan stimulus kepada petani. Setidaknya pinjaman modal kerja atau bantuan pinjaman lunak bagi para petani karamba di kawasan WKO. Pasalnya, tanpa bantuan stimulus dari pemerintah, pihak perbankan enggan mengucurkan permodalan yang sangat diharapkan para petani karamba.

"Selama ini pihak petani sulit mengakses pinjaman dari bank, karena prosedur yang berbelit dan harus mengunakan jaminan juga bunga bank yang tinggi, petani tidak bisa mengajukan kredit," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Menteri Edhy: Pantai...
Menteri Edhy: Pantai Selatan Jawa Berpotensi Jadi Sentra Budidaya Udang
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
4 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
4 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
5 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
7 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
7 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
8 jam yang lalu
Infografis
China Boikot Uang Kripto...
China Boikot Uang Kripto dari Perbankan dan Perusahaan Pembayaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved