Pengusaha rumah makan terancam gulung tikar

Senin, 06 Januari 2014 - 11:50 WIB
Pengusaha rumah makan...
Pengusaha rumah makan terancam gulung tikar
A A A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) mengancam para pengusaha warung makan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka mengeluh dan terancam gulung tikar, sehingga harus berpikir untuk mensiasati harga makanan agar tetap terjangkau pelanggannya.

Sejumlah pemilik warung makan perasmanan mensiasatinya dengan berbagai cara. Diantaranya, menaikkan harga makanan atau mengganti pemakaian elpiji dari ukuran 12 kg ke 3 kg. Karena dinilai sama jika memakai tabung gas elpiji 3 kg dengan empat tabung yang harganya hanya mencapai Rp60 ribu.

Kenaikan tabung gas elpiji ukuran 12 kg membuat sejumlah pemilik warung makan menjerit, bahkan terancam gulun tikar. Seperti yang dialami sejumlah pengusaha warung makan perasmanan di Jalan Recing Center, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Di wilayah ini, para pemilik warung makan mensiasati harga makanan mereka dengan berbagai cara, agar tetap terjangkau oleh pelanggan yang umumnya golongan menegah ke bawah atau pelajar dan mahasiswa.

Salah satunya dengan menaikkan harga makanan mereka dari harga sebelumnya Rp10 ribu dalam satu porsinya menjadi Rp13 ribu per porsi atau prosi ukuran Rp5 ribu dinaikkan menjadi Rp8 ribu. "Kita naikkan sedikit harganya," kata Ria, pengusaha warung makan di Makassar, Senin (6/1/2014).

Namun, salah satu pengusaha warung makan lainnya dengan, Fatimah, mensiasatinya dengan cara lain. Pemilik warung makan ini tidak menaikkan harga menu makanan yang dijualnya, namun pemakain tabung yang dulunya menggunakan ukuran 12 kg diganti dengan 3 kg, lantaran lebih murah dan hemat.

Dalam hitungannya, jika tetap menggunakan tabung ukuran 12 kg haraganya cukup tinggi yakni Rp150 ribu per tabung. "Jika menggunakan tabung 3 kg yang harganya Rp15 ribu, saya cukup menggunakan empat tabung ukuran 3 kg dan beratnya sudah 12 kg dengan harga Rp60 ribu," ujar fatimah.

Karena itu, dua buah tabung ukuran 12 kg miliknya saat ini tidak digunakan lagi. Karena telah beralih ke pemakaian tabung 3 kg, agar harga makanan yang dijulanya tidak berubah harga.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
16 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
53 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved