PGN enggan komentari isu akuisisi oleh Pertamina

Senin, 13 Januari 2014 - 09:39 WIB
PGN enggan komentari...
PGN enggan komentari isu akuisisi oleh Pertamina
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) enggan mengomentari isu pengambilalihan perusahaan gas pelat merah tersebut oleh PT Pertamina (Persero).

Corporate Secretary PGN Heri Yusuf bahkan mengaku baru mengetahui isu akuisisi tersebut. "Saya juga baru tahu dari media soal akuisisi tersebut," kata Heri ketika dihubungi Sindonews, Senin (13/1/2013).

Tetapi dia menegaskan bahwa kepemilikan saham negara di PGN harus diputuskan antara pemerintah dan perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGAS, bukan melalui RUPS Pertamina.

"Dan kami juga meminta seluruh stakeholders dan mitra PGN fokus pada program 2014, terutama dalam pemanfaatan infrastruktur gas yang terintegrasi," tandas Heri.

Sekedar informasi, akuisisi tersebut merupakan satu dari empat opsi dalam merger PGN dan Pertagas, di mana pemerintah mengalihkan seluruh saham di PGN kepada Pertamina, sehingga Pertamina memiliki kendali penuh terhadap perusahaan hasil merger.

Opsi lainnya, merger antara PGN dan Pertagas dengan posisi Pertamina menjadi pengendali melalui pemegang saham istimewa atau Pertamina menjadi pemegang saham minoritas di PGN sehingga tidak memiliki saham istimewa dan opsi terakhir PGN mengakuisisi seluruh saham di Pertagas dengan pembayara tunai.

Adapun persetujuan akuisisi tersebut tertuang dalam risalah rapat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Dewan Direksi dan Komisaris Pertamina.

Selain Dahlan, rapat yang berlangsung di Jakarta Selasa (7/1/2014) dihadiri oleh Deputi Kementerian BUMN Dwiyanti Tjahjaningsih, Dirut Pertamina Karen Agustiawan dan Komisaris Utama Pertamina Sugiharto.

Hadir pula Komisaris Pertamina, antara lain Bambang Brodjonegoro, Edy Hermantoro, dan Mahmuddin Yasin serta sejumlah Direktur Pertamina seperti Hari Karyuliarto dan Hanung Budya.

Dalam risalah rapat, Sugiharto menuturkan, Pertagas menguasai pasokan gas, sehingga tidak akan menimbulkan keberatan pemegang saham minoritas PGN yakni publik karena justru bakal menjamin keberlangsungan perusahaan.

M Yasin memaparkan bahwa proses akuisisi diperkirakan memerlukan waktu selama delapan bulan termasuk eksekusi 3,5 bulan.

Skenario yang diinginkan Pertamina adalah memergerkan anak perusahaan, PT Pertagas dengan PGN dan selanjutnya hasil merger menjadi anak perusahaan Pertamina.

Pertamina menyatakan, penyatuan Pertagas dengan PGN merupakan langkah terbaik. Komposisi saham perusahaan hasil merger Pertagas-PGN adalah Pertamina sebesar 30-38 persen sebagai hasil konversi 100 persen saham Pertamina di Pertagas.

Lalu, pemerintah Indonesia selaku pemegang 57 persen saham mayoritas PGN bakal memiliki saham sebesar 36-40 persen. Terakhir, publik yang menguasai 43 persen saham minoritas PGN akan memiliki 26-30 persen saham di perusahaan hasil merger Pertagas-PGN tersebut.

Jika hak kepemilikan saham pemerintah sebesar 36-40 persen dikuasakan ke Pertamina, maka Pertamina akan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus pengendali perusahaan hasil merger dengan porsi 70-74 persen.

Dengan begitu pemerintah tetap memiliki kendali melalui shareholder agreement. Pertamina menilai penyatuan Pertagas-PGN akan memberikan tambahan keuntungan bagi negara sebesar USD2-3 miliar per tahun dari pengurangan biaya bahan bakar pembangkit, dampak terhadap GDP, pengurangan subsidi serta peningkatan pajak dan dividen.

Tidak hanya itu keuntungan merger lainnya adalah memangkas biaya pengembangan asset up stream gas dan menciptakan lapangan bagi 4.000 tenaga kerja.

Disingung mengenai hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan tidak tahu. Dia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui mengenai bocornya risalah persetujuan pemerintah terkait akuisisi PGN oleh PT Pertamina.

"Saya tidak tahu siapa yang bocorin dokumennya. Tanya yang bocorin lah, " kata Ali, kemarin (Minggu, 12/1/2014).
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved