REI Sulsel targetkan transaksi Rp1,5 T

Rabu, 15 Januari 2014 - 14:54 WIB
REI Sulsel targetkan...
REI Sulsel targetkan transaksi Rp1,5 T
A A A
Sindonews.com - Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan (Sulsel) optimis mampu membukukan transaksi penjualan properti tahun ini sebesar Rp1,5 triliun. Angka ini naik 30 persen dibanding 2013 sebesar Rp1 triliun.

Sekretaris DPD REI Sulsel, Arief Mone mengungkapkan, pihaknya tidak ingin terlalu muluk dalam memberikan target. Sebab pengetatan Loan to Value (LTV) dan ketentuan kredit indent membuat banyak pengembang tak bisa bergerak leluasa.

"Dua kebijakan ini yang sangat berpengaruh. Makanya pada 2013 ada sekitar 30 persen dari 360 pengembang yang tercatat sebagai anggota REI yang untuk sementara menghentikan aktivitas pembangunan," ungkapnya kepada Koran Sindo, Rabu (15/1/2014).

Meski demikian, dia meyakini bawha pelemahan finansial tersebut tidak akan berlangsung lama. Jiwa petarung dan semangat bisnis yang dimiliki anggota REI diyakini sebagai modal kuat untuk kembali bangkit.

Menurutnya, pembangunan tahun ini akan lebih banyak ke sektor rumah subsidi melalui skema pembiayaan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Pembangunan rumah jenis ini yang ditargetkan 10 ribu unit dengan harga jual Rp105 juta atau mengalami kenaikan Rp16 juta dibanding harga jual 2012.

"SK kenaikan rumah bersubsidi sudah sampai kepada kami. Tinggal menunggu Permen (peraturan menteri) nya saja. Untuk pembanguna rumah bersubsidi ini akan dipusatkan di Maros dan Gowa," ujarnya.

Sementara, untuk segmen menengah ke atas akan dibangun 5.000 unit. Klaster terbanyak pada segmen menengah dengan harga jual antara Rp150 juta sampai Rp300 juta. Di segmen ini kenaikan harga rumah hanya dikisaran lima persen.

"Kami juga tidak bisa menjual lebih mahal lagi. Jangan sampai kemampuan beli masyarakat tidak akan sampai, kan tidak laku. Untuk rencana pembangunan akan terpusat di beberapa daerah pengembangan seperti Barombong, Samata, Daya dan sekitarnya," jelas Arief.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Penjualan Properti Menurun,...
Penjualan Properti Menurun, Tapi Rumah di Bawah Rp1,5 M Masih Laku Keras
Kelas Menengah Milenial...
Kelas Menengah Milenial Dominasi Pembelian Properti Residensial
Membangun Standar Baru...
Membangun Standar Baru Industri Properti lewat Indonesia Real Estate Awards 2026
Ketua REI Jabar 2024-2027...
Ketua REI Jabar 2024-2027 Menyadari Tantangan Sektor Real Estate Makin Berat
Bangkitkan Industri...
Bangkitkan Industri Properti lewat Pameran Virtual
Sektor Properti Tetap...
Sektor Properti Tetap Jadi Primadona, Begini Strategi Industri di 2023
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
5 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
6 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
6 jam yang lalu
Infografis
Jelang Jokowi Lengser,...
Jelang Jokowi Lengser, Utang Indonesia ke China Tembus Rp372 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved