SBY bakal resmikan proyek triliunan rupiah di Kaltim
Kamis, 16 Januari 2014 - 12:33 WIB
SBY bakal resmikan proyek triliunan rupiah di Kaltim
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faroek Ishak mengatakan, dalam 100 hari kerjanya setelah dilantik adalah rencana meresmikan sejumlah proyek besar. Proyek tersebut sudah berjalan dan siap untuk diresmikan.
Rencananya, proyek-proyek bakal diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proyek besar yang bakal diresmikan presiden di antaranya areal Pupuk Kaltim V milik PT Pupuk Kaltim, Bandara Internasional Balikpapan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, dan sejumlah pembangkit listrik yang akan menyuplai listrik ke Sistem Mahakam.
"Ini memang proyek skala besar, jadi pantas kalau yang meresmikan itu presiden. Yang paling kita tunggu yakni peresmian KEK Maloy yang sudah mendapat restu presiden. Tinggal menunggu Kepres (Keputusan Presiden)-nya saja," kata Awang, Kamis (16/1/2014).
Proyek besar lainnya adalah perluasan Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. Selain itu, SBY juga dijadwalkan meresmikan tiga bandara yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia yakni Bandara Long Bawan, Bandara Long Apung, dan Bandara Data Dawai.
Awang menyebut, proyek yang diresmikan presiden sebelumnya juga telah dilakukan peletakan batu pertama oleh presiden langsung.
“Selain peresmian, juga ada groundbreaking proyek baru di Kaltim. Sejumlah proyek besar seperti tangki timbun di KEK Maloy dari Kementrian Perindustrian, pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), pembangunan pipa laut oleh Total E&P Indonesie untuk menunjang operasional Pupuk Kaltim V, serta pembangunan pelabuhan kargo bekerjasama dengan Pelindo juga dilakukan gorundbreaking oleh presiden,” papar Awang.
Awang memprediksikan kedatangan Presiden SBY pada pertengahan 2014 nanti. Moment kedatangan tersebut tak lepas dari penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah beberapa event nasional seperti Bulan Bakti Gotong Royong, penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga HUT PKK.
"Mendatangkan presiden itu tidak gampang. Semua provinsi berebut mendatangkan presiden. Karena Kaltim dipercaya oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar event nasional, maka sekaligus saja kita minta presiden meresmikan sejumlah proyek yang memang di-groundbreaking oleh beliau," ujar Awang.
Rencananya, proyek-proyek bakal diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Proyek besar yang bakal diresmikan presiden di antaranya areal Pupuk Kaltim V milik PT Pupuk Kaltim, Bandara Internasional Balikpapan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, dan sejumlah pembangkit listrik yang akan menyuplai listrik ke Sistem Mahakam.
"Ini memang proyek skala besar, jadi pantas kalau yang meresmikan itu presiden. Yang paling kita tunggu yakni peresmian KEK Maloy yang sudah mendapat restu presiden. Tinggal menunggu Kepres (Keputusan Presiden)-nya saja," kata Awang, Kamis (16/1/2014).
Proyek besar lainnya adalah perluasan Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. Selain itu, SBY juga dijadwalkan meresmikan tiga bandara yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia yakni Bandara Long Bawan, Bandara Long Apung, dan Bandara Data Dawai.
Awang menyebut, proyek yang diresmikan presiden sebelumnya juga telah dilakukan peletakan batu pertama oleh presiden langsung.
“Selain peresmian, juga ada groundbreaking proyek baru di Kaltim. Sejumlah proyek besar seperti tangki timbun di KEK Maloy dari Kementrian Perindustrian, pembangunan Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), pembangunan pipa laut oleh Total E&P Indonesie untuk menunjang operasional Pupuk Kaltim V, serta pembangunan pelabuhan kargo bekerjasama dengan Pelindo juga dilakukan gorundbreaking oleh presiden,” papar Awang.
Awang memprediksikan kedatangan Presiden SBY pada pertengahan 2014 nanti. Moment kedatangan tersebut tak lepas dari penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah beberapa event nasional seperti Bulan Bakti Gotong Royong, penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga HUT PKK.
"Mendatangkan presiden itu tidak gampang. Semua provinsi berebut mendatangkan presiden. Karena Kaltim dipercaya oleh Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar event nasional, maka sekaligus saja kita minta presiden meresmikan sejumlah proyek yang memang di-groundbreaking oleh beliau," ujar Awang.
(gpr)
Lihat Juga :