Dihujani sentimen negatif, rupiah diprediksi keok

Jum'at, 17 Januari 2014 - 08:26 WIB
Dihujani sentimen negatif,...
Dihujani sentimen negatif, rupiah diprediksi keok
A A A
Sindonews.com - Menyambut perdagangan terakhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan tren pelemahan lantaran derasnya sentimen negatif yang beredar.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, sejumlah sentimen yang mempengaruhi laju rupiah, yakni positifnya rilis data Amerika Serikat (AS) seperti kenaikan NY empire state manufacturing index.

"Ditambah MBA mortgage application serta laporan beige book the Fed menambah sentimen positif bagi USD dan tentu saja membuat rupiah kembali terkapar," kata Reza, Jumat (16/1/2014).

Di sisi lain, Reza menambahkan, laju Yen masih melemah. Begitupun dengan poundsterling dan euro yang sedikit melemah dengan adanya rilis kenaikan inflasi Jerman dan penurunan balance of trade Italia.

"Hal itu membuat laju mata uang USD semakin menguat," ujar Reza.

Sentimen-sentimen tersebut membuat langkah rupiah semakin berat menuju tren penguatannya, di mana lajunya hari ini diperkirakan hanya akan bergerak pada kisaran Rp12.128-12.095 per USD.

"Laju rupiah berada di bawah target support Rp12.095 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.128-12.095 per USD mengacu kurs tengah BI," pungkas dia.

Pada perdagangan kemarin, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp12.117 per USD atau terdepresiasi 40 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp12.047 per USD.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.125 per USD. Posisi ini makin menjauh 40 poin dari penutupan Rabu (15/1/2014) di level Rp12.085 per USD.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Negara Asia yang Diprediksi...
Negara Asia yang Diprediksi akan Terlibat Perang Dunia 3
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved