Malaysia: Perdagangan Trans-Pasifik sulit dicapai tahun ini
Selasa, 21 Januari 2014 - 12:18 WIB
Malaysia: Perdagangan Trans-Pasifik sulit dicapai tahun ini
A
A
A
Sindonews.com - Malaysia menyatakan pembicaraan 12 negara dalam pakta perdagangan Pasifik sulit diselesaikan pada tahun ini.
"Sulit untuk mengatakan kapan pembicaraan bisa dibungkus. Anda tidak bisa terburu-buru. Ini adalah pakta perdagangan yang sangat besar melampaui daerah konvensional. Itu wajar bahwa butuh beberapa waktu," kata Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia, Mustapa Mohamed, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (21/1/2014).
Negara-negara yang tergabung dalam negosiasi Trans-Pacific Partnership (TPP), termasuk Malaysia, tidak memenuhi batas waktu akhir 2013 untuk menyimpulkan kesepakatan dan belum mengumumkan batas waktu baru untuk menyelesaikan pembicaraan.
Pemerintah Malaysia bisa mengandalkan peningkatan ekspor untuk mendukung pertumbuhan tahun ini karena pengeluaran konsumen goyah akibat kenaikan harga lokal.
Mustapa mengatakan, negosiator belum memutuskan kapan dan di mana pertemuan tingkat menteri berikutnya akan diadakan menyusul pembicaraan di Singapura bulan lalu.
TPP akan menciptakan zona perdagangan bebas yang menghubungkan daerah dari Australia ke Peru dengan output ekonomi tahunan sekitar USD28 triliun. Malaysia telah menyatakan kekhawatiran atas beberapa bagian dari kesepakatan itu, termasuk terkait dengan perusahaan milik negara dan pengadaan pemerintah.
"Sulit untuk mengatakan kapan pembicaraan bisa dibungkus. Anda tidak bisa terburu-buru. Ini adalah pakta perdagangan yang sangat besar melampaui daerah konvensional. Itu wajar bahwa butuh beberapa waktu," kata Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia, Mustapa Mohamed, seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (21/1/2014).
Negara-negara yang tergabung dalam negosiasi Trans-Pacific Partnership (TPP), termasuk Malaysia, tidak memenuhi batas waktu akhir 2013 untuk menyimpulkan kesepakatan dan belum mengumumkan batas waktu baru untuk menyelesaikan pembicaraan.
Pemerintah Malaysia bisa mengandalkan peningkatan ekspor untuk mendukung pertumbuhan tahun ini karena pengeluaran konsumen goyah akibat kenaikan harga lokal.
Mustapa mengatakan, negosiator belum memutuskan kapan dan di mana pertemuan tingkat menteri berikutnya akan diadakan menyusul pembicaraan di Singapura bulan lalu.
TPP akan menciptakan zona perdagangan bebas yang menghubungkan daerah dari Australia ke Peru dengan output ekonomi tahunan sekitar USD28 triliun. Malaysia telah menyatakan kekhawatiran atas beberapa bagian dari kesepakatan itu, termasuk terkait dengan perusahaan milik negara dan pengadaan pemerintah.
(dmd)
Lihat Juga :