DPR: Yang betul itu PGN akuisisi Pertagas

Selasa, 21 Januari 2014 - 19:54 WIB
DPR: Yang betul itu...
DPR: Yang betul itu PGN akuisisi Pertagas
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi VI DPR RI Airlangga Hartarto menilai, sebagai perusahaan publik, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk harus menjadi pihak yang mengakuisisi anak perusahaan PT Pertamina yaitu PT Pertagas.

Airlangga mengungkapkan hal tersebut memastikan bahwa PGN sebagai perusahaan publik yang tidak dapat diutak-atik oleh Pertamina yang notabenenya bukan perusahaan Tbk.

"Jadi posisinya terbalik, bukan Pertagas akuisisi PGN tapi sebaliknya. Jadi jelas yang perusahaan publik yang mana," jelas Airlangga di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Tetapi secara umum dia menyebut akuisisi dua perusahan plat merah ini karena sebagai pemegang sahamnya, pemerintah malah tidak menaikkan nilai saham PGN namun malah menurunkannya.

"Ini aksi korporasi yang aneh karena biasanya (aksi korporasi) dilakukan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham pengendali diuntungkan itu. Ini malah terbalik," lanjut Airlangga.

Oleh sebab itu, dia mewajibkan agar pemerintah segera berkonsultasi dengan Komisi VI untuk mendengarkan keberatan Komisi. "Tidak ada gunanya juga dimerger," tandas Airlangga.

Sebelumnya diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menolak rencana Menteri BUMN Dahlan Iskan agar PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Keputusan Dahlan dinilai gegabah dan terlalu terburu-buru dan lebih mengedepankan ambisi personal daripada kepentingan nasional.

"DPR menolak rencana akuisisi Pertamina-PGN. Sangat tidak masuk akal dan aneh rencana yang begitu strategis dan melibatkan dua BUMN besar hanya diputuskan dalam beberapa minggu," tegas ketua DPR Marzuki Ali beberapa waktu lalu.

Marzuki juga menyayangkan langkah Dahlan yang sembrono dan tidak memperhitungkan dampak dari kebijakan yang telah dilakukannya. Sebab, akibat isu akuisisi Pertamina yang disampaikan kementerian BUMN dalam beberapa bulan terakhir, saham PGN jatuh sehingga kapitalisasinya turun hingga puluhan triliun rupiah.

Seharusnya kementerian dapat mengelola informasi strategis seperti ini dengan baik, sehingga tidak merugikan pemegang saham publik PGN yang harus merugi akibat kebijakan yang sembrono.

"Kasihan para Dana Pensiun yang harus "cut loss" sesuai ketentuan mereka, sehingga benar-benar harus merealisasikan kerugian. Lalu siapa yang akan mengganti kerugian para dana pensiun itu? Kalau investor minoritas menuntut, siapa yang akan menanggung?" ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertagas Uji Coba Alirkan...
Pertagas Uji Coba Alirkan Gas ke BOB Siak Pusako, Ketahanan Energi Riau Makin Andal
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
70% LPG Masih Impor,...
70% LPG Masih Impor, Bos Pertamina Menjawab: Sah-sah Saja
Kerahkan Satgas Pengamanan...
Kerahkan Satgas Pengamanan Libur Nataru 2022, PGN Pastikan Kelancaran Distribusi dan Layanan Gas Bumi Nasional
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Berita Terkini
Soal Investor PFII Bebas...
Soal Investor PFII Bebas Pajak hingga 50 Tahun, Purbaya: Masih Belum Tentu
22 menit yang lalu
Purbaya: Stabilitas...
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga di Semester I 2026
48 menit yang lalu
Enam Minggu Beroperasi,...
Enam Minggu Beroperasi, DSI Himpun Devisa USD10,5 Miliar
1 jam yang lalu
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
1 jam yang lalu
Prabowo Pamer Bank Emas...
Prabowo Pamer Bank Emas Indonesia Kelola 153 Ton Emas dalam Setahun
1 jam yang lalu
Astra Gelar RUPSLB,...
Astra Gelar RUPSLB, Kantongi Restu Buyback Rp8 Triliun dan Program Saham Manajemen
2 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved