ATEI nilai bea keluar tambang beratkan pengusaha

Kamis, 23 Januari 2014 - 14:55 WIB
ATEI nilai bea keluar...
ATEI nilai bea keluar tambang beratkan pengusaha
A A A
Sindonews.com - Asosiasi Tembaga Emas Indonesia (ATEI) meminta Menteri Keuangan untuk merevisi PMK No 6/2014 tentang Bea Keluar barang mineral karena ditetapkan secara sepihak tanpa melibatkan stakeholder pelaku usaha tambang.

"Sungguh ironis, penetapan BK ini dilakukan sepihak tanpa menghiraukan semua pihak seperti pengusaha pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) tembaga," kata Ketua ATEI, Natsir Mansyur dalam rilisnya, Kamis (23/1/2014).

Menurut dia, pihaknya sangat mengapresiasi semangat UU No 4 tentang Minerba, PP No 1/2014 dan Permen ESDM No 1/2014 untuk mendorong hilirisasi yang sudah baik dan jelas. Namun, penetapan bea keluar oleh Menkeu dinilai bertolak belakang dengan semangat hilirisasi, karena berdampak negatif bagi kelangsungan usaha sektor pertambangan.

"Bisnis mineral bisa rusak, tutup usaha, PHK, kredit macet, pergerakan ekonomi daerah lambat. Jangan karena setoran APBN kurang, tapi malah membuat kebijakan yang menyusahkan pengusaha. Ini kan pemerintah berkesan tidak inovatif mengelola keuangan negara," kata Natsir.

Ketetapan bea keluar yang diberlakukan, kata dia, diperkirakan bisnis sektor pertambangan menjadi defisit dan dapat menyebabkan tutup usaha. Menurutnya, jika bea keluar tembaga 25 persen dari harga FOB, maka Kadar ore 1 persen X 20 ton ore menjadi kosentrat 15 persen dan ongkos 20 ton X 200 ribu perton menjadi 4 juta per 15 persen konsentrat.

"Belum termasuk ongkos gali 25 persen, ongkos angkut 25 persen, ongkos pelabuhan 25 persen serta ekspedisi 25 persen. Biaya-biaya ini belum dipotong pajak bea keluar 25 persen. Ini kan defisit dan dikhawatirkan dapat mengancam kelangsungan bisnis pertambangan," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bisnis Jasa Pertambangan...
Bisnis Jasa Pertambangan Butuh Penguatan Jaminan Berusaha
2.000 Lebih Delegasi...
2.000 Lebih Delegasi Sambut Industri Pertambangan yang Tangguh dan Berkelanjutan
Liebherr Indonesia Dukung...
Liebherr Indonesia Dukung Operasional Tambang Lebih Efisien dan Berkelanjutan
Faisal Basri Ungkap...
Faisal Basri Ungkap Bisnis Tambang Rugikan Negara hingga Rp200 Triliun
IATA Makin Cemerlang,...
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
Petrosea Raih Kontrak...
Petrosea Raih Kontrak Mining Services Agreement Senilai Rp2,7 Triliun
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
Aguan Sugianto, Pengusaha...
Aguan Sugianto, Pengusaha Sukses Pendiri Agung Sedayu Group
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved