OJK: Perbankan harus lebih efisien

Jum'at, 24 Januari 2014 - 20:22 WIB
OJK: Perbankan harus...
OJK: Perbankan harus lebih efisien
A A A
Sindonews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong efisiensi perbankan sehingga mampu menekan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO).

Direktur Pengawasan Bank Kantor OJK Sulampua, Ari Lajiji mengatakan, BOPO memang menjadi perhatian OJK, agar perbankan mampu menekan rasio ke level yang lebih rendah. Rasio BOPO maksimal 85 persen, jika di atas itu, berarti perbankan sudah tidak efisien.

"BOPO itu kan terkait masalah efisiensi. Tahun 2013, BOPO menjadi target ukuran kinerja yang ada di daerah," katanya, Jumat (24/1/2014).

Diketahui, per Oktober 2013 lalu, rata-rata rasio BOPO bank umum secara nasional sebesar 73,74 persen. Angka ini menurun 12,7 persen dibandingkan posisi Oktober 2011 yang sebesar 86,44 persen.

Namun, penyusutan ini lebih karena kenaikan pendapatan operasional. Sementara, biaya operasional tetap naik, meskipun kecil. Olehnya itu, regulator mengusulkan menurunkan rasio BOPO ke level 60 persen.

Rencananya, bagi bank yang bisa menekan rasio BOPO hingga level 60 persen, OJK bakal memberikan kebebasan bagi bank membuka kantor cabang baru di seluruh lokasi Indonesia. Bank juga akan mendapatkan insentif, berupa pelonggaran izin untuk menerbitkan produk baru.

Karena itu, sebagai upaya dalam menurunkan rasio BOPO, OJK meminta agar perbankan memperhatikan biaya overhead-nya. Selain itu, perencanaan mesti matang untuk mengantisipasi adanya beban berlebih. Misalnya saat perbankan melakukan ekspansi pembukaan jaringan.

Begitupula dengan iming-iming hadiah untuk menarik nasabah. Bank, ungkap ari, semestinya mempertimbangkan benefit cost-nya. Seberapa besar manfaat yang perbankan peroleh dibanding dengan pengeluaran.

Jika pun bank yang bersangkutan merasa tidak mengeluarkan dana besar terkait hadiah, itu juga memberikan sumbangsih terhadap peningkatan rasio BOPO.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-Hati, Nasabah Perbankan...
Hati-Hati, Nasabah Perbankan Rentan jadi Korban Kejahatan Social Engineering
Pertemuan Tahunan Perbankan...
Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah 2024
Dana Nasabah Raib, Sistem...
Dana Nasabah Raib, Sistem Keamanan Perbankan Dipertanyakan
Lewat Media Dongeng...
Lewat Media Dongeng Perbankan, JMI Berikan Donasi Pendidikan Masyarakat Pesisir di SDN Tanjung Burung Kabupaten Banten
Bagaimana Kinerja Perbankan...
Bagaimana Kinerja Perbankan Dua Kuartal ke Depan?, Nih Hitung-hitungannya
Cermat Dalam Memilih...
Cermat Dalam Memilih Aplikasi Perbankan
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
3 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
5 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
7 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
8 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
8 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
8 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved